Aman Tidak Mobil Pakai Bensin Eceran, Ini Kata Ahli

Yunisa Herawati
·Bacaan 1 menit

VIVA – Salah satu keunikan yang dimiliki Indonesia, yakni adanya penjaja bensin eceran. Pemilik kendaraan yang malas antre di pom bensin, bisa memanfaatkan jasa ini.

Harga yang ditawarkan tentu lebih mahal dari yang disediakan oleh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum. Sebagai contoh, apabila bensin Pertalite buatan Pertamina dijual dengan harga resmi Rp7.650 per liter, maka di penjual bensin eceran banderolnya Rp10 ribu.

Layanan ini biasanya dimanfaatkan oleh para pemilik sepeda motor, yang sering membiarkan tangki bensin nyaris habis sebelum diisi kembali. Bermodalkan selembar uang bergambar Sultan Mahmud Badaruddin II, kendaraan mereka bisa kembali digunakan untuk aktivitas harian.

Namun, ada juga pemilik mobil yang mengisi bahan bakar di penjual bensin eceran. Biasanya, hal ini dilakukan dalam kondisi darurat, seperti mogok karena kehabisan BBM. Sementara, pom bensin terdekat masih jauh jaraknya.

Baca Juga: Cara Memilih Karpet Mobil

Sebagai gambaran, dengan satu liter bensin mobil biasanya bisa menempuh jarak lebih dari 10 kilometer. Jadi, cukup isi dua liter maka kendaraan dipakai menuju SPBU.

Tapi, apakah aman mobil diisi dengan bensin eceran? Menurut Service Operation Manager Plaza Toyota Kyai Tapa, Jakarta, Muhammad Iqbal, hal itu sebenarnya bisa saja dilakukan.

“Mobil pakai bensin eceran sebenarnya enggak masalah, selama oktannya sesuai dengan spesifikasi mesin,” ujarnya kepada VIVA Otomotif, Kamis 6 Agustus 2020.

Meski demikian, pemilik mobil harus mengetahui bahwa kualitas bensin eceran tidak bisa dijamin. Efeknya, pemakaian bensin akan boros dan jika digunakan dalam jangka waktu lama bisa merusak mesin.

“Jika bensin eceran mengalami penurunan kualitas karena terkontaminasi dengan bahan lain seperti minyak atau air, maka angka oktannya bisa turun. Pada kasus tertentu, bisa menyebabkan mampetnya saringan bensin, jangka panjangnya bisa merusak bagian mesin,” tuturnya.