Aman untuk Ginjal, Terapi Ini Bantu Redakan Hipertensi

Rochimawati, Sumiyati
·Bacaan 2 menit

VIVA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan, ada sekitar 1,13 miliar orang di seluruh dunia yang menderita tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Sedangkan data pada 2015 menunjukkan, 1 dari 4 pria dan 1 dari 5 wanita di dunia, telah menderita hipertensi. Mirisnya, hanya kurang dari 1 penderita yang berhasil mengendalikan penyakit ini.

Diketahui, hipertensi yang tidak terkendali dapat mengakibatkan peningkatan risiko beberapa penyakit, seperti jantung, stroke dan ginjal. Sementara di sisi lain, hipertensi menjadi penyebab utama kematian prematur di dunia.

Selama ini tekanan darah tinggi dapat diatasi dengan melakukan perubahan pola makan atau konsumsi obat-obatan penurun tekanan darah. Sayangnya, hampir setengah dari semua pasien, berhenti minum obat setelah 1 tahun, sehingga perubahan gaya hidup dan pengobatan tidak cukup mengendalikan kondisi mereka.

Namun, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dr. Faris Basalamah, SpJP(K) FIHA, FAPSIC, FAsCC, mengungkap, kini telah tersedia prosedur atau terapi berbasis gelombang radio yang dapat menghancurkan saraf-saraf yang terlalu aktif di sekitar ginjal untuk membantu meredakan hipertensi.

Dokter Faris mengatakan, prosedur tersebut dinamakan denervasi ginjal, yaitu prosedur invasif minimal berbasis kateter (catheter-based renal denervation).

"Prosedur ini menggunakan probe atau semacam kawat yang dimasukkan lewat arteri femoralis (arteri besar pada paha)," ujarnya saat media gathering bertajuk Renal Denervasi yang diadakan oleh Heartology Cardiovascular Cente, secara virtual, Kamis 8 April 2021.

"Ini nantinya dapat mengeluarkan 'tembakan' gelombang radio intens untuk menghancurkan saraf-saraf di sekitar ginjal yang bertingkah terlalu aktif pada pasien hipertensi. Terutama, yang tidak mempan dengan beberapa obat penurun tekanan darah," tutur dia.

Faris menambahkan, prosedur denervasi ginjal juga membantu pasien hipertensi yang mempunyai efek samping dengan obat konvensional dan pasien yang kesulitan mengonsumsi obat hipertensi secara patuh dalam jangka panjang.

"Keunggulan prosedur denervasi ginjal, antara lain aman untuk ginjal, tidak diperlukan implan ke ginjal atau arteri di dekat ginjal, prosedur sekitar satu jam, hanya menginap 1-2 hari di rumah sakit, serta membantu menurunkan risiko kerusakan lebih lanjut pada jantung, ginjal dan pembuluh darah," kata dr. Faris Basalamah.