Amankah Penggunaan Tabir Surya dengan SPF Tinggi Bagi Kulit?

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Tentu tak sedikit dari kita yang sering menggunakan tabir surya atau sunscreen ketika berjemur di pantai. Menggunakan tabir surya saat berjemur bertujuan untuk melindungi diri dari paparan sinar matahari.

Seperti yang kita tahu paparan sinar matahari yang berlebihan secara langsung dapat merusak kulit yang menyebabkan penuaan dini bahkan hingga kanker kulit. Dokter kulit pun merekomendasikan penggunaan kacamata hitam, topi dan pelindung kulit saat berjemur.

Penggunaan tabir surya menjadi sangat penting untuk melindungi kulit, terutama yang mengandung SPF. Lantas mengapa tabir surya dengan SPF tinggi sangat penting? Dilansir dari chatelaine berikut ulasannya.

Tabir Surya dengan SPF Tinggi

Ilustrasi Tabir Surya | pexels.com/@moose-photos-170195
Ilustrasi Tabir Surya | pexels.com/@moose-photos-170195

Penggunaantabir surya dapat melindungi kulit dari radiasi UVB dan UVA. Semua tabir surya akan menyaring sinar UVB (untuk luka bakar), tetapi tidak semua tabir surya bagus untuk melindungi dari sinar UVA (untuk penuaan dini).

Tabir surya dengan SPF tinggi tidak hanya menjanjikan perlindungan yang berlebihan tetapi, menurut Food and Drug Administration, tabir surya dengan SPF berlebih justru dapat membuat konsumen terpapar sinar UVA secara berlebihan dan meningkatkan risiko kanker.

Penelitian

Ilustrasi Tabir Surya
Ilustrasi Tabir Surya

Banyak penelitian telah menemukan bahwa sebagian orang banyak yang salah tafsir mengenai tabir surya dengan SPF tinggi. Mereka lebih cenderung menggunakan produk dengan SPF tinggi secara tidak tepat. Akibatnya mereka dapat terpapar radiasi ultraviolet yang lebih berbahaya daripada orang yang memakai produk dengan SPF yang lebih rendah.

Dalam beberapa penelitian yang membandingkan produk SPF 50 dengan SPF 100, kedua kelompok tersebut mengalami luka bakar akibat paparan sinar matahari yang berlebihan.

Ada hal yang semakin menambah kekhawatiran, bahwa produk SPF yang lebih tinggi dapat menyebabkan paparan UVA yang lebih besar dan menyebabkan kemungkinan kerusakan kulit dalam jangka panjang yang jauh lebih besar.

Penulis:

Fayola Gishlaine

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: