Amankah Puasa Jika Masuk Angin? Ini Kata Dokter

Lutfi Dwi Puji Astuti, Diza Liane Sahputri
·Bacaan 1 menit

VIVA – Berpuasa selalu dianjurkan sedang dalam kondisi sehat dan bugar. Apalagi, saat ini pandemi COVID-19 masih melanda sehingga tak disarankan memaksakan diri berpuasa, termasuk saat masuk angin.

Hal itu dipaparkan oleh Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), Dr. (Cand.) dr. Inggrid Tania, M.Si, yang menyebut bahwa kondisi masuk angin tak bisa disepelekan. Namun sebenarnya, apa sih pemahaman dari masuk angin sendiri?

"Istilah masuk angin memang dipakai sejak dulu. Kalau lihat dari kacamata kedokteran, masuk angin ini sebenarnya masuk virus, yang sifatnya common cold atau selesma," tutur Inggrid dalam acara peluncuran Antangin Habbatussauda, baru-baru ini.

Menurutnya, virus tersebut bisa memberi gejala berupa meriang, kembung, mual, sakit tenggorokan hingga pilek. Berbeda dengan kondisi flu, di mana pemicunya adala rhinovirus dan akan memberi gejala lebih berat. Di kondisi ini, dokter Inggrid tak menganjurkan untuk berpuasa terlebih dhaulu.

"Kalau dari pandangan saya, ketika masuk angin, sebaiknya jangan puasa dulu tapi pulihkan dulu kondisi kita. Kena virus walau gejalanya ringan, harus tercukupi kebutuhan gizi lengkap seimbang, istirahat jangan kurang, minum harus cukup, tambah cairan lain dengan jus buah atau jamu-jamu dan obat herbal," tutur Inggrid.

Namun, Inggrid tetap mengembalikan keputusan pada tiap individu, disesuaikan dengan kemampuan masing-masing orang. Inggrid memastikan, selama puasa dilakukan dengan mengonsumsi makanan dan minuman yang bernutrisi serta menjalaninya dengan baik, akan memberikan manfaat baik.

"Sepanjang dilakukan dengan benar, pengaturan tubuh dialihkan ke mode energi konservasi. Ketika tidak makan, tubuh mendaur ulang sel-sel imunitas yang sudah tua sehingga secara tidak langsung dapat meningkatkan daya tahan tubuh," ungkapnya.