Amankan Muktamar Muhammadiyah, Polresta Surakarta Terjunkan 2.500 Personel

Merdeka.com - Merdeka.com - Polresta Surakarta menerjunkan 2.500 personel gabungan untuk mengamankan jalannya Muktamar Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), 17 hingga 20 November 2022. Ribuan personel itu merupakan gabungan dari unsur Polri, TNI, serta satuan pengamanan internal Muhammadiyah.

"Muktamar Muhammadiyah ini peehelatan yang cukup besar. Kami menerjunkan sebanyak 2.500 personel. Dari anggota kami, dibantu Polda, TNI, instansi terkait dan pengamanan Internal dari Muhammadiyah," ujar Kapolresta Surakarta Kombes Pol Iwan Saktiadi, Kamis (27/10).

Dari hasil beberapa kali rapat dengan panitia, lanjut Iwan, peserta muktamar maupun para partisipan dan penggembira atau muktamirin itu diperkirakan mulai berdatangan pada 17 November 2022.

"Menurut keterangan dari panitia sudah ada 43 penginapan atau hotel yang sudah dipesan oleh panitia yang akan dialokasikan untuk register peserta, sebanyak 160.000 lebih yang sudah terdaftar di panitia," katanya.

Pengamanan di Beberapa Lokasi

Iwan menambahkan, pihaknya juga mengantisipasi kedatangan para muktamirin yang tidak terdaftar atau warga Muhammadiyah yang ingin hadir menyaksikan, ikut menyukseskan, dan berpartisipasi pada muktamar. Pihaknya memprediksi jumlahmya bisa mencapai jutaan orang.

"Personel gabungan akan melakukan pengamanan di beberapa lokasi, yakni di Edutorium UMS, GOR UMS dan GOR Manahan," jelas Kapolresta.

Dikatakan Iwan, dalam kegiatan muktamar tersebut akan terjadi mobilisasi orang yang cukup banyak. Ia berharap dengan kedatangan para partisipan dan peserta muktamar ini diharapkan pemerintah dapat memutar roda perekonomian masyarakat kota Surakarta.

"Terkait pengamanan terhadap tamu VIP setingkat menteri berpedoman dengan prosedur yang sudah ada dengan mempertimbangkan berbagai macam faktor. Apabila kedatangan tamu VVIP Presiden dan Wakil Presiden tentunya kita akan berkoordinasi dengan Paspampres terkait prosedur pengamanan tetap yang tidak boleh dilewati dan tentunya akan kita patuhi dengan tidak mengabaikan ketentuan yang berlaku," pungkas Iwan. [yan]