Amankan Rumah Ditinggal Mudik, Polda Sulsel Kerahkan Pasukan Cadangan untuk Patroli

Merdeka.com - Merdeka.com - Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan (Sulsel) mengantisipasi tindakan pembobolan rumah kosong karena ditinggal pemiliknya mudik. Mereka bahkan akan menurunkan pasukan cadangan untuk melakukan patroli.

Kapolda Sulsel Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Nana Sudjana mengaku melakukan langkah pencegahan tindakan kriminal saat momen mudik, termasuk pembobolan rumah warga yang sedang mudik. Ia mengaku peningkatan tindakan kriminalitas selalu terjadi setiap tahun pada musim mudik.

"Kami ambil langkah-langkah pencegahan, karena itu dari tahun ke tahun memang adanya suatu peningkatan kriminalitas, apalagi menjelang (Lebaran), begitu rumah banyak ditinggalkan (mudik)," ujarnya kepada wartawan di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Kamis (28/4).

Mantan Kapolda Sulawesi Utara ini mengaku memerintahkan personel untuk melakukan patroli untuk keliling ke rumah warga yang ditinggal mudik. Bahkan, pihaknya juga akan mengerahkan pasukan cadangan.

"Maka daripada ini kami melakukan secara bertindak dengan melakukan tindakan patroli di rumah yang ditinggal masyarakat. Pasukan cadangan kami kerahkan untuk pengamanan di rumah yang ditinggal (pemiliknya mudik)," ucapnya.

4.409 Personel Gabungan Amankan Lebaran

Sebelumnya, momen mudik Idulfitri dikerahkan 4.409 personel gabungan TNI dan pemerintah. Dari jumlah tersebut 2.200 ribu di antaranya merupakan personel Polri.

"Kita mengerahkan kurang lebih 4.409 personel, terdiri dari 2.200 dari anggota Polri, dan 2.100 merupakan gabungan instansi terkait, TNI, pemda seperti Satpol PP, Dishub, juga melibatkan kesehatan, kemudian juga dari masyarakat, senkom, pramuka," ujarnya kepada wartawan.

Selain menyiapkan personel, kata Nana, pihaknya juga akan membuat 136 pos terpadu untuk pemantauan arus mudik dan balik Idulfitri 1443 H. Pos terpadu tersebut nantinya akan ditempatkan di sejumlah titik vital seperti bandara dan pelabuhan

"Ada kurang lebih 103 pos pengaman dan 33 pos pelayanan, serta enam pos terpadu. Ini kita tempatkan di bandara pelabuhan, kemudian terminal, juga di jalur dilintasi, termasuk tempat keramaian dan rekreasi," paparnya. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel