Amankan SPBU saat Harga BBM Naik, Polda Sulsel Siagakan Ratusan Personel Brimob

Merdeka.com - Merdeka.com - Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan (Sulsel) membuat sistem pengamanan untuk stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan unjuk rasa. Langkah itu dilakukan guna mengantisipasi aksi saat harga bahan bakar minyak (BBM) naik.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sulsel Komisaris Besar Komang Suartana mengatakan, Kapolda sudah memerintahkan Kepala Biro Operasi untuk membuat sistem pengamanan saat harga BBM naik. Ada dua hal yang menjadi fokus pengamanan, yakni SPBU dan juga aksi unjuk rasa elemen masyarakat.

"Pengamanan SPBU dibuatkan sistem pengamanannya. Juga mengantisipasi unjuk rasa penolakan kenaikan harga BBM," kata dia.

Mantan Kabid Humas Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) ini mengungkapkan ratusan personel dari Brimob sudah disiapkan. Nantinya, personel tersebut akan melakukan back up untuk Polrestabes dan Polres.

"Personel dari Brimob akan melakukan backup jajaran Polrestabes dan Polres untuk antisipasi unjuk rasa," kata dia.

Konsumsi Normal

Terpisah, Senior Communication and Relation Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Taufiq Kurniawan mengatakan, sejak pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM, tidak terlihat peningkatan konsumsi, khususnya di Makassar. Ia mengaku sudah memantau secara langsung dengan mendatangi setiap SPBU.

"Konsumsi BBM subsidi seperti Solar dan Pertalite masih normal. Tidak ada kenaikan ataupun penurunan," kata dia.

Taufiq mengatakan saat pemerintah mengumumkan harga baru BBM, SPBU langsung tutup. Ia mengungkapkan penutupan itu untuk setting harga baru BBM.

"Ketika diumumkan Presiden, SPBU langsung tutup untuk setting harga. Kemudian buka kembali dengan harga baru," sebutnya.

Taufiq membeberkan stok Pertalite di wilayah Sulselbar mencapai 15.291 kilo liter. Sementara konsumsi Pertalite rata-rata mencapai 3.590 kilo liter.
"Jadi ketahanan bisa empat kali lipat," ucapnya.

Sebelumnya, sejumlah elemen mahasiswa di Kota Makassar menggelar aksi unjuk rasa penolakan kenaikan harga BBM hingga malam hari. Bahkan, mahasiswa di Universitas Negeri Makassar sempat menyandera sebuah truk tangki BBM saat demonstrasi. [yan]