Amankan Suplai Vaksin Sinovac, Bio Farma Gandeng Perbankan

Fikri Halim, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 2 menit

VIVA – PT Bio Farma menjalin kerja sama dengan pihak perbankan dari Himbara maupun swasta dalam upaya mendukung pembelian importasi bulk vaksin COVID-19 dari Sinovac. Institusi perbankan itu antara lain Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN, Maybank, Danamon, dan HSBC.

Juru Bicara sekaligus Sekretaris Perusahaan Bio Farma, Bambang Heriyanto, menjelaskan bahwa dalam keadaan pandemi COVID-19 seperti saat ini, seluruh dunia tengah berusaha untuk menyediakan vaksin bagi rakyatnya demi menekan angka penularan COVID-19.

"Kita dihadapkan pada isu kecepatan memberikan vaksin COVID-19 untuk masyarakat, sehingga isu supply vaksin COVID-19 menjadi tantangan kita semua," kata Bambang dalam keterangan tertulisnya, Selasa 16 Februari 2021.

Bambang menjelaskan, adapun jenis pendanaan yang diperlukan adalah fasilitas pembiayaan modal kerja revolving dalam valuta US Dollar (US$), dan sub limit fasilitas Trade Financing dengan skema clean basis.

Terkait dengan kemitraan yang terjalin antara Maybank Indonesia dengan Bio Farma, hal itu dilakukan melalui unit usaha syariah Maybank Indonesia melalui fasilitas pembiayaan berbasis syariah.

"Saat ini jumlah produsen vaksin COVID-19 di dunia sangat terbatas, sedangkan permintaan vaksin melebihi persediaannya sehingga Indonesia sendiri memerlukan supply vaksin dari berbagai sumber," ujarnya.

Diketahui, Indonesia termasuk salah satu negara yang tercepat untuk mendapatkan akses vaksin COVID-19 dari berbagai produsen, baik secara bilateral maupun multilateral (COVAX).

Bio Farma sebagai BUMN dan satu-satunya produsen vaksin di Indonesia berencana akan melakukan produksi Vaksin COVID-19, guna memenuhi kebutuhan supply vaksin demi melakukan vaksinasi secara nasional dan sebagai tahap awal pengadaan vaksin didapat dari Sinovac.

Pengadaan vaksin untuk tahap awal, ditindaklanjuti dengan penandatanganan MoU antara Bio Farma dengan Sinovac di Tiongkok pada tanggal 20 Agustus 2020, disaksikan langsung oleh Menteri BUMN Erick Thohir, dan Menteri Luar Negeri Retno L. Marsudi.

Hal itu seiring penandatanganan Local Manufacturing Agreement of COVID-19 Vaccine pada tanggal 28 September 2020.

Baca juga: Kuota Penerimaan Mahasiswa Baru UI Jalur SNMPTN 20 Persen