Amarta Karya akan lakukan proyek pemetaan lokasi KEK Bukit Algoritma

M Razi Rahman
·Bacaan 2 menit

BUMN konstruksi PT Amarta Karya (Persero), dalam waktu dekat akan melakukan proyek pemetaan lokasi terlebih dahulu terkait dengan proyek pembangunan Bukit Algoritma di Sukabumi, Jawa Barat, yang merupakan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pengembangan Teknologi dan Industri 4.0.

"Dalam waktu dekat ini akan dilakukan dahulu mapping site project (proyek pemetaan lokasi)," ujar External Affairs Amarta Karya, Hilmi Dzakwan Shodiq saat dihubungi Antara di Jakarta, Jumat.

Lebih lanjut Hilmi mengatakan, setelah itu akan dilakukan persiapan untuk groundbreaking project (proyek peletakan batu pertama) Bukit Algoritma.

Amarta Karya dan Kiniku Bintang Raya telah menandatangani kontrak Pekerjaan Pengembangan Rencana Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pengembangan Teknologi dan Industri 4.0 di Sukabumi, yang diberi nama “Bukit Algoritma.”
Baca juga: Amarta Karya akan bangun "Silicon Valley" Bukit Algoritma di Sukabumi

Pembangunan proyek ini rencananya akan dibangun di atas lahan seluas 888 hektare, yang berlokasi di Cikidang dan Cibadak, Sukabumi. AMKA dipercaya sebagai mitra infrastruktur “Bukit Algoritma” pada tahap pertama selama tiga tahun ke depan, dengan nilai total diperkirakan 1 miliar euro atau setara Rp18 triliun.

Sebelumnya, Ketua Pelaksana PT Kiniku Bintang Raya KSO Budiman Sudjatmiko mengatakan bahwa “Bukit Algoritma” laksana Silicon Valley di Amerika Serikat, yang diharapkan dapat menjadi pusat R&D dan pengembangan sumber daya manusia di masa depan.

Nantinya kawasan ini, ujar dia, akan menjadi salah satu pusat untuk pengembangan inovasi dan teknologi tahap lanjut, seperti misalnya kecerdasan buatan, robotik, drone (pesawat nirawak), hingga panel surya untuk energi yang bersih dan ramah lingkungan.

Sementara itu Business Development Advisor Amarta Karya, Oki Fahreza menambahkan bahwa pembangunan KEK Sukabumi sangat strategis karena memiliki berbagai infrastruktur pendukung, seperti akses Tol Bocimi (Seksi 2 Cibadak), Pelabuhan Laut Pengumpan Regional (PLPR) Wisata dan Perdagangan Pelabuhan Ratu, Bandara Sukabumi Cikembar yang akan dibangun, dan Double Track KA Sukabumi.

Baca juga: Amarta Karya optimistis raih pendapatan Rp1,5 triliun pada 2021