Luar Biasa, Ada Keberkahan dalam Mengucap Istigfar

Dian Lestari Ningsih, LAPO
·Bacaan 1 menit

VIVA – Kehidupan penuh dengan lika-liku yang tak pernah berhenti mengiringi. Naik turun kadar religi kita ikut mewarnai bagaimana suasana kehidupan yang dialami. Kondisi ekonomi, hubungan dengan orang terdekat biasanya sangat mempengaruhi kebahagiaan hidup ini.

Berbagai usaha dilakukan agar hidup terasa bahagia. Kerja keras tak mengenal waktu agar mendapatkan uang yang diperaya bisa membuat kebahagiaan. Mencari-cari tempat yang tepat yang dipercaya bisa membuat kita senang dan tertawa. Tapi terkadang banyak orang yang menempuh jalan tak biasa agar bahagia datang dengan mudah.

Suatu kisah layak kita perhatikan agar menambah referensi dalam mencari kebahagiaan. Suatu hari saat sedang bersama murid-muridnya, Imam Hasan al-Bashry didatangi seseorang yang kebingungan.

Ia mengatakan, “Kemarau panjang telah menyengsarakan kita. Hujan tak kunjung datang”. Imam Hasan al-Bashry berkata, “Beristighfarlah kepada Allah”. Kemudian seseorang datang lagi dan menghampiri dan terlihat putus asa lalu berkata, “Istriku seorang perempuan yang mandul, ia tak kunjung hamil padahal kami merindukan anak”. Imam Hasan al-Bashry berkata, “Beristighfarlah kepada Allah”.

Setelah itu datang seorang yang lain dan berkata, “Ladangku sangat tandus. Sudah lama tanaman tidak tumbuh disana”. Imam Hasan al-Bashry berkata, “Beristighfarlah kepada Allah”.

Muridnya pun heran dan bertanya kenapa Imam Hasan al-Bashry hanya berkata, “Beristighfarlah kepada Allah”, dengan berbagai persoalan yang datang. Imam Hasan al-Bashry berkata bahwa Allah SWT maha pengampun dan mohon ampunlah kepada-Nya. Niscaya dia akan mendatangkan hujan yang lebat, membanyakan harta dan anak-anakmu.

Perkataan Imam Hasan al-Bashry menyadarkan kita, bahwa istighfar banyak keutamaannya. Selain sebagai mohon ampunan juga pernyataan dan pengakuan bahwa diri kita ini lemah di hadapan-Nya. Maka banyak-banyaklah beristigfar sebagai solusi berbagai masalah di dunia ini.