Amazon Tertarik Beli Studio Film MGM dengan Nilai Rp 128 Triliun

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Amazon dikabarkan tertarik membeli studio film MGM (Metro Goldwyn Mayer) dengan nilai USD 9 miliar atau setara Rp 128,6 triliun.

Kabar tersebut berdasarkan informasi dari seorang sumber yang mengaku tahu mengenai ketertarikan Amazon.

Dikatakan, kini Amazon tengah dalam tahap pembicaraan akuisisi. Demikian dikutip Tekno Liputan6.com dari Financial Times, Selasa (18/5/2021).

MGM menjadi sebuah perusahaan studio film Hollywood yang belum berkonsolidasi dengan konglomerat bisnis lainnya. Studio film lain seperti Warner Bross telah berkonsolidasi dengan AT&T, Fox kini berada di bawah Disney, Universal bersama Comcast, dan Paramount bersama dengan ViacomCBS.

Sektor konsolidasi antara studio film dengan perusahaan lain makin masif seiring dengan banyaknya layanan streaming film.

Amazon menolak berkomentar atas isu ini. Begitu juga dengan MGM yang tak mau memberi komentar.

Sekadar informasi, seperti studio film lainnya, MGM begitu terpukul akibat pandemi Covid-19. Terutama di saat pandemi, bioskop harus tutup dan kehilangan penonton.

Salah satu dampaknya MGM menunda perilisan film James Bond: No Time To Dies hingga empat kali.

Netflix Sempat Tertarik Beli Film James Bond Terbaru

James Bond No Time to Die (© MGM)
James Bond No Time to Die (© MGM)

Netflix pun sebelumnya sempat tertarik untuk mengakuisisi film terbaru James Bond tersebut dan menayangkannya secara streaming.

Sayangnya, kedua pihak tidak bersepakat karena harga yang ditawarkan MGM untuk film James Bond: No Time To Dies terlalu tinggi.

Film tersebut masih dijadwalkan tayang di bioskop di Inggris pada 30 September dan di Amerika Serikat pada 8 Oktober 2021.

MGM merupakan perusahaan yang sahamnya dipegang oleh Anchorage Capital. Pada 2010, firma keuangan tersebut membeli MGM sebagai bagian dari rencana kebankrutan perusahaan.

Pada paruh pertama 2021, MGM mendapatkan pemasukan bersih sebesar USD 29 juta dan total pendapatan sebesar USD 430 juta.

Amazon Kian Gencar di Bidang Hiburan

CEO Amazon Jeff Bezos mengadakan konferensi pers untuk mengungkap Kindle 2, versi terbaru dari pembaca elektronik populer Amazon, di New York, Amerika Serikat, 9 Februari 2009. Orang terkaya di dunia Jeff Bezos memutuskan mundur dari jabatannya sebagai CEO Amazon. (EMMANUEL DUNAND/AFP)
CEO Amazon Jeff Bezos mengadakan konferensi pers untuk mengungkap Kindle 2, versi terbaru dari pembaca elektronik populer Amazon, di New York, Amerika Serikat, 9 Februari 2009. Orang terkaya di dunia Jeff Bezos memutuskan mundur dari jabatannya sebagai CEO Amazon. (EMMANUEL DUNAND/AFP)

Sementara, Amazon yang sudah sukses di bidang e-commerce kini tengah gencar-gencarnya masuk bisnis hiburan.

Hal ini juga dilihat dari direkrutnya Jeff Blackburn sebagai bos di Global Media & Entertainment Amazon. Jeff Blackburn merupakan kolega Jeff Bezos.

Unit ini nantinya akan menggabungkan berbagai konten hiburan Amazon, dari layanan steraming Amazon Prime Video hingga layanan streaming gim Twitch.

Amazon di 2020 telah menggelontorkan USD 20 miliar untuk menciptakan, mengakuisisi, dan memiliki lisensi musik dan video bagi pelanggan Prime. Angka tersebut naik drastis dibandingkan tahun 2019 yang jumlahnya 'hanya' USD 7,8 miliar.

Tidak sampai di situ, Amazon juga tengah sibuk mengakuisisi hak tayang siaran live olahraga. Salah satunya, Amazon membuat kesepakatan dengan NFL yang nilainya USD 1 miliar per tahun, agar dapat menayangkan Thursday Night Football.

Bisnis Amazon Prime Video pun makin moncer. Menurut Jeff Bezos, saat ini jumlah pelanggan layanan streaming ini mencapai 200 juta user.

(Tin/Ysl)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel