The Ambassador: Cerita Dubes Sujatmiko soal Naik-Turun COVID-19 di Brunei Darussalam

·Bacaan 1 menit
Ilustrasi Pandemi Covid-19 Credit: pexels.com/cottonbro

Liputan6.com, Jakarta - Brunei Darussalam sempat diketahui sebagai negara yang bisa menangani pandemi COVID-19 dengan baik. Namun beberapa bulan belakangan kasus COVID-19 bertambah cukup signifikan.

Bagaimana kondisi pandemi COVID-19 sebenarnya di Brunei Darussalam? Dubes RI untuk Brunei Darussalam, Dr. Sujatmiko M.A. pun angkat bicara.

"Semenjak minggu ketiga Maret tahun lalu, sampai 1,5 tahun kita sudah aman di Brunei. Kasusnya total hanya 350-an selama 1,5 tahun. Sayang tak bisa juga Virus Delta dihambat," kata Dubes Sujatmiko.

Maka mulai 7 Agustus Brunei menjadi parah. "Setiap hari kasusnya 100 hingga 200," tegas Dubes Sujatmiko.

Langkah-langkah pengetatan pembatasan oleh pemerintah Brunei. Seperti jam malam dan tak boleh berkumpul.

Bagaimana dengan kondisi WNI di sana?

Selengkapnya dalam wawancara khusus bersama Dubes RI untuk Brunei Darussalam, Dr. Sujatmiko M.A. dalam The Ambassador Liputan6.com:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel