The Ambassador: Cerita Dubes Tantowi Yahya Soal Jurus Contact Tracing COVID-19 di Selandia Baru

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Selandia Baru sempat menjadi salah satu negara dengan zero COVID-19 (nol kasus). Namun belakangan ini kasus di negara tersebut terpantau kembali melonjak. Meski masih dalah hitungan puluhan kasus positif.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Selandia Baru Tantowi Yahya pun berbagi cerita terkait kondisi pandemi COVID-19 di tempatnya bertugas itu.

"Pemerintah Selandia Baru tidak bisa menolak kepulangan warganya. Salah seorang yang keluar dari tempat karantina ternyata masih positif, dari varian Delta. Menjadi heboh karena orang ini cukup beredar di banyak tempat," ujar Dubes Tantowi kepada Liputan6.com.

Untungnya, imbuh Dubes Tantowi, cepat tertangani berkat contact tracing melalui aplikasi.

"Contact tracing di sini berjalan dengan baik. Ke mana pun pergi ada apps di mobile. Jadi setiap masuk tempat keramaian seperti kafe, supermarket, department store, diwajibkan scanning dan pakai masker," jelas Dubes Tantowi.

"Setelah terdeteksi, lalu pemerintah Selandia Baru mengumumkan bahwa orang-orang yang pernah mendatangi places of interest untuk isolasi mandiri dan jika memburuk menghubungi layanan kesehatan," paparnya lagi.

Selain perihal kondisi pandemi COVID-19 di Selandia Baru, Dubes Tantowi juga menginformasikan soal event mendatang yakni Pasific Exposition.

Pasific Exposition adalah pameran perdagangan, investasi dan pariwisata terlengkap di Pasifik, sekaligus menjadi ajang perdagangan terbesar yang diselenggarakan Pemerintah Indonesia di luar negeri.

Lalu ada juga update kondisi WNI di Selandia Baru. Selengkapnya dalam bincang-bincang bersama Dubes Indonesia untuk Selandia Baru Tantowi Yahya dalam The Ambassador Liputan6.com berikut ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel