Ambisi China Jadi Superpower Teknologi 5G

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 1 menit

VIVA – Luar biasa ambisi China. Negeri Tirai Bambu itu siap membangun 30 pabrik 5G yang terhubung sepenuhnya di 10 industri utama pada 2023. Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (MIIT) China melaporkan bahwa tiga hingga lima platform Internet industri dengan pengaruh internasional juga akan diresmikan.

Rencana tersebut menunjukkan pada tiga tahun ke depan, atau 2021-2023, akan menjadi periode pertumbuhan pesat industri Internet China. Format bisnis yang sedang berkembang akan berlaku seperti manufaktur cerdas, kolaborasi berbasis jaringan dan kustomisasi yang dipersonalisasi selama periode tersebut.

Baca: Tiga Ponsel Lipat Buatan China Siap Beredar di Pasar Tahun Ini

Internet industri, juga dikenal sebagai Internet of Things (IoT), mengacu pada adopsi yang lebih luas dari teknologi canggih seperti jaringan nirkabel generasi mendatang, data besar, dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), seperti dikutip dari situs Russia Today, Senin, 25 Januari 2021.

Data MIIT juga menunjukkan bahwa China telah mengembangkan lebih dari 70 platform Internet industri ke dalam pengaruh regional. Yang menghubungkan sekitar 60 juta set peralatan industri dan lebih dari 400 ribu perusahaan.

Sebelumnya, ketika dunia masih sibuk dengan internet 5G, China sudah mengembangkan teknologi 6G. Bahkan, mereka telah meluncurkan satelit 6G pertama di dunia untuk uji komunikasi generasi keenam. Perangkat ini diluncurkan ke luar angkasa melalui roket Long March-6 pada November 2020.

Peluncuran dilakukan dari Taiyuan Satellite Launch Center, seperti dikutip dari Asia Times. Satelit 6G ini salah satu dari tiga satelit lain yang sukses diluncurkan ke orbit, bersama dengan 10 satelit pengindraan jarak jauh komersial yang dikembangkan oleh perusahaan Argentina Satellogic.