Ambisi Karateka Putri Bali Pertahankan Emas di PON 2020 Papua dan Lolos Olimpiade Paris 2024

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Denpasar - Bali memiliki karateka andalan untuk berlaga di PON 2020 Papua. Namanya adalah Cok Istri Agung Sanistyarani. Karateka putri asal Kabupaten Klungkung yang akrab disapa Coki itu punya ambisi mempertahankan medali emas di PON yang sempat diraihnya pada PON 2016 Jawa Barat.

Sekarang Coki masih menghuni Pelatnas Karate dan tidak bergabung dengan tim karate PON Bali. Namun, pelatnas yang sudah digelar sejak beberapa bulan terakhir untuk persiapan SEA Games 2021, Hanoi, dan Olimpiade Tokyo 2020 itu berlangsung di Pulau Dewata. Mereka berlatih di GOR Praja Raksaka, Kepaon.

Untuk PON 2020 Papua, ambisi Coki cukup besar untuk meraih medali emas. Tapi, peluangnya mempertahankan medali emas di kelas kumite 55 kg, bisa terhalang oleh karateka penghuni pelatnas lainnya, yaitu Selly Septiana. Kebetulan saat final Pra-PON, Coki berhasil mengalahkan.

"Dia itu pelapis saya di pelatnas saat ini," ujar Coki saat diwawancarai di Dojo Bengkel Kata Kumite (BKK) Joger, Kuta, Rabu (8/9/2021) siang.

Kebetulan Coki masih menjadi yang terbaik di kelasnya. Namun, Coki enggan untuk meremehkan lawan-lawannya di PON 2020 Papua karena akan menjadi bumerang baginya.

Tak Mau Meremehkan Lawan

Karateka Bali, Cok Istri Agung Sanistyarani, saat berlatih di GOR Praja Raksaka, Denpasar. Coki berambisi mempertahankan emas di PON 2020 Papua dan menembus Olimpiade Paris 2024. (Bola.com/Maheswara Putra)
Karateka Bali, Cok Istri Agung Sanistyarani, saat berlatih di GOR Praja Raksaka, Denpasar. Coki berambisi mempertahankan emas di PON 2020 Papua dan menembus Olimpiade Paris 2024. (Bola.com/Maheswara Putra)

Terlebih dia masih belum mengetahui dengan jelas peta kekuatan dari daerah lain di PON 2020 Papua. Misalnya dari Jawa Barat yang sebagian besar karatekanya berubah dari PON 2016. Selain itu, tim tuan rumah Papua masih belum diketahui pasti siapa karateka yang akan diturunkan.

"Dari tuan rumah, saya belum tahu siapa saja yang akan turun. Kalau daerah lain, saya mewaspadai Jatim. Selain itu Jabar juga lumayan oke, begitu pun Lampung," ungkapnya.

"Saya tidak mau meremehkan lawan di sana, tapi rasa percaya diri saya cukup tinggi. Pasti ada perlawanan dari Jatim dan Jabar. Kalau meremehkan, nanti tidak akan bisa maksimal saat pertandingan. Kalau untuk Selly yang sama-sama berada di pelatnas, pasti sudah bisa saling membaca karakteristik permainan. Perang mental saja sih sekarang," lanjutnya.

Berambisi ke Olimpiade 2024

Seorang pria mengibarkan bendera Prancis di zona penggemar Olimpiade di Trocadero Gardens di depan Menara Eiffel di Paris, Minggu (8/8/2021). Pelepasan tongkat tuan rumah akan dibagi antara Stadion Olimpiade di Tokyo dan pesta publik dan konser di Paris. (AP Photo/Francois Mori)
Seorang pria mengibarkan bendera Prancis di zona penggemar Olimpiade di Trocadero Gardens di depan Menara Eiffel di Paris, Minggu (8/8/2021). Pelepasan tongkat tuan rumah akan dibagi antara Stadion Olimpiade di Tokyo dan pesta publik dan konser di Paris. (AP Photo/Francois Mori)

Setelah PON 2020 Papua, ambisi lain dari Coki adalah menembus Olimpiade Paris 2024. Untuk Olimpiade Tokyo 2020, dia gagal lolos. Sebelumnya karateka putri berusia 26 tahun itu harus berjuang lebih dulu di WKF Senior World Championship Dubai.

"Saya wajib menjaga peluang untuk lolos ke Olimpiade Paris 2024. Untuk satu tahun ke depan, peraih medali perunggu di Asian Games 2018 ini masih berambisi untuk bertarung di SEA Games 2021 Hanoi dan Asian Games 2022, Hangzhou.

"Kebetulan SEA Games tahun ini masih belum jelas, apakah digelar atau tidak. Kalau misalnya SEA Games batal, saya fokus ke Asian Games," tutup karateka peringkat 14 dunia itu.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel