Ambisi ke Bulan, China Akan Buat Roket Berbahan Bakar Minyak Tanah

Merdeka.com - Merdeka.com - China menunjukkan keseriusannya mengirim astronotnya ke Bulan sejak pertengahan dekade terakhir. Ilmuwan senior mereka membatalkan proyek roket sekali pakai. Lalu membuat roket yang lebih berkelanjutan alias bisa digunakan kembali.

China akan menghadirkan roket dengan bobot besar untuk meluncurkan astronotnya ke Bulan. China berencana menerbangkan roket ini pada 2030.
Dalam beberapa tahun terakhir, China telah mempertimbangkan rencana itu. Apalagi SpaceX telah menunjukkan penggunaan kembali bahan bakar minyak tanah dan semakin jauh mengembangkan roket Starship yang dapat digunakan kembali.

Dilansir dari Ars Technica, Kamis (10/11), pengembang roket yakni China Academy of Launch Vehicle Technology, telah merancang roket Long March 9, sejak 2016. Seperti roket besar NASA, Long March 9 memiliki inti dan booster untuk sepenuhnya dipakai atau sekali pakai.

Berbeda dengan roket NASA, Long March 9 akan menggunakan minyak tanah sebagai bahan bakar, bukan hidrogen cair.

Dalam berbagai presentasi, pejabat China telah membahas kemungkinan memasukkan elemen yang dapat digunakan kembali ke dalam desain Long March 9.

Dalam sebuah wawancara dengan China Central Television, Liu Bing, direktur departemen desain umum di China Academy of Launch Vehicle Technology, mengkonfirmasi rencana Long March 9 sekali pakai telah dibatalkan. Dengan kata lain, Long March 9 didesain untuk dipakai kembali.

Desain saat ini menampilkan sirip kisi tanpa penguat samping. Tujuannya, kata Liu, agar roket besar mampu menyentuh 150 metrik ton ke orbit rendah Bumi dan hingga 50 metrik ton ke Bulan. Liu mengatakan, proses desain berjalan lancar meski beberapa hambatan teknis belum diatasi.

Selain itu, China baru-baru ini dikabarkan melakukan uji coba mesin roket YF-130. Mesin ini diklaim sebagai salah satu mesin berbahan bakar cair paling kuat yang pernah dibuat. Daya dorongnya mencapai 1 juta pon. Ini dianggap sebagai mesin terbaik untuk Long March 9.

Namun, mesin ini kemungkinan tidak cocok dengan konsep Long March 9 yang didesain bisa digunakan kembali. Untuk itu, kemungkinan akan menggunakan kelompok mesin berbahan bakar cair yang lebih kecil dan didasari metana sebagai propelan, seperti Starship.

Semua rencana itu memperlihatkan bahwa China serius dengan ambisinya untuk pendaratan manusia di Bulan. Pendekatan apapun yang diambilnya mencerminkan teknologi abad ke-21.

Reporter Magang: Dinda Khansa [noe]