Ambisi Pesawat Jet Boom Supersonik, Terbang ke Seluruh Dunia dengan Tarif Rp1,4 Juta

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Industri penerbangan sedang dalam krisis di tengah dorongan global untuk mengurangi emisi karbon dan berkurangnya frukensi terbang banyak orang selama pandemi. Sebagai respons, sekelompok start-up tengah menghidupkan kembali mimpi pesawat jet supersonik yang mati dengan pensiunnya Concorde hampir dua dekade lalu.

Melansir laman CNN, Selasa, 18 Mei 2021, pesawat Concorde rute Inggris-Prancis merupakan salah satu dari hanya dua pesawat jet supersonik yang melayani penerbangan komersial pada 1969 hingga 2003. Harganya saat itu sangat mahal dan merupakan "bencana lingkungan."

Oktober lalu, Boom Supersonic meluncurkan pesawat demonstran IRL, XB1. Pendiri dan CEO-nya, Blake Scholl, pun berbicara tentang Overture, pesawat komersial Mach 2.2 yang ingin diluncurkan pada 2026, dan rencana jangka panjang perusahaan.

Didesain untuk menampung antara 65 sampai 88 orang, Overture akan fokus pada lebih dari 500 rute lintas samudra yang akan setidaknya dua kali lebih cepat dari jet komersial subsonik saat ini.

Perjalanan dari New York ke London, misalnya, hanya akan memakan waktu tiga jam 15 menit, sementara Los Angeles ke Sydney akan dipersingkat jadi 8,5 jam. "Itu mengubah tempat kita bisa berlibur, mengubah tempat kita bisa berbisnis," katanya.

Rencananya, Boom Supersonic saat ini akan menerbangkan pesawat prototipe XB1 skala 1:3 sekitar akhir tahun, membangun pabrik baru di Amerika Serikat pada 2022, dan mulai membangun pesawat Overture pertama tahun 2023.

"Kami melihat diri kami mengambil tempat yang ditinggalkan Concorde, dan memperbaiki hal-hal terpenting, yaitu kelestarian ekonomi dan lingkungan," kata Scholl, menambahkan bahwa aksesibilitas adalah kuncinya.

Tujuannya agar maskapai penerbangan dapat menetapkan tarif pada titik harga yang mirip dengan kelas bisnis. Ia menyebut bahwa targetnya, penumpang dapat "melihat dunia di mana pun" dengan tarif 100 dolar Amerika Serikat (AS) (Rp1,4 juta). Namun, mimpi itu merupakan "tujuan jangka panjang Boom," dua atau tiga generasi pesawat di masa mendatang.

Mengubah Pengalaman di Dalam Pesawat

ilustrasi perjalanan dengan pesawat | pexels.com/@jason-toevs-1047869
ilustrasi perjalanan dengan pesawat | pexels.com/@jason-toevs-1047869

Scholl mengungkap bahwa pesawat jet supersonik memiliki beberapa keunggulan inheren. "Seperti jika Anda takut naik pesawat karena khawatir kemungkinan pandemi berikutnya, lebih baik berada di pesawat untuk waktu lebih singkat," katanya.

Misi pertama Boom, katanya, adalah jadi cukup cepat untuk membuat perbedaan. Meski pada akhirnya mereka ingin dapat menghubungkan titik mana pun di dunia dalam empat jam, pada tahap ini, tujuan utamanya adalah untuk dapat mengubah penerbangan dilakukan pada siang hari.

"Alih-alih membayar di kelas bisnis untuk tempat tidur, Anda akan mendapat tempat tidur terbaik di dunia, yang ada di rumah Anda pada malam sebelum Anda harus pergi," kata Scholl. Dengan kurang fokus pada fasilitas jarak jauh tersebut, itu berarti tim dapat membuat pengalaman di dalam pesawat jadi bersih, tidak berantakan, dan sesantai mungkin.

Scholl juga mencatat, teknologi pesawat terbang telah "beralih dari aluminium jadi serat karbon, dari kertas kalkir dan aturan geser, serta terowongan angin hingga dapat mengoptimalkan pesawat untuk simulasi komputer."

"Kami telah sepenuhnya mengubah cara kami membuat mesin jet, jadi sekarang lebih senyap dan lebih hemat bahan bakar. Artinya, biaya penerbangan supersonik telah turun, dan pada saat yang sama, kami dapat membangun dukungan untuk bahan bakar alternatif," katanya. (Muhammad Thoifur)

6 Cara Hindari Covid-19 Saat Bepergian dengan Pesawat

Infografis 6 Cara Hindari Covid-19 Saat Bepergian dengan Pesawat. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis 6 Cara Hindari Covid-19 Saat Bepergian dengan Pesawat. (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel