Ambisi Sawahlunto Jadi Kota Wisata  

TEMPO.CO, Jakarta - Ambisi Wali Kota Sawahlunto, Amran Nur, 67 tahun, menjadikan Sawalunto sebagai kota wisata seakan tak pernah berhenti. Setelah membangun water boom, ia membangun Taman Satwa Kandi di tepi Danau Kandi, sekitar 10 kilometer dari pusat kota. Danau itu semula lubang tambang terbuka peninggalan PT Bukit Asam. Lama-lama terisi air lalu menjadi danau. Di dekat kebun binatang itu, Amran juga membuat lintasan pacuan kuda.

Obyek wisata makin lengkap setelah lokomotif uap »Mak Itam”, yang pada zaman kolonial digunakan untuk menarik kereta bermuatan batu bara, diboyong kembali dari Salatiga pada 2008. »Mak Itam” menjelma jadi kereta wisata dengan rute Sawahlunto-Muaro Kalaban dan Sawahlunto-Padang Panjang, yang hanya beroperasi pada hari libur.

Untuk menampung turis, Sawahlunto butuh hotel. Wisma Ombilin, hotel peninggalan Belanda, hanya punya segelintir kamar. Pemerintah daerah kemudian membangun hotel bintang empat, namun pengelolaannya di tangan sebuah jaringan hotel nasional. Namanya Parai Garden City Hotel. Namun, bila musim turis tiba seperti pada ulang tahun Sawahlunto, kamar hotel tak sanggup lagi menginapkan tamu.

Menyiasati itu, Amran justru tak membangun hotel lagi. Ia memberdayakan penduduk Sawahlunto untuk menampung turis. »Supaya penduduk kebagian untung,” katanya.

Di bawah koordinasi Dinas Pariwisata sejak tiga tahun lalu, rumah-rumah yang memadai menyediakan home stay. Kini, ada sekitar 70 home stay dengan fasilitas kamar berpendingin udara dan tidak. Harganya berkisar Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu per kamar. Murah meriah. Harga itu sudah termasuk sarapan dan makan malam.

Amran adalah salah satu dari tujuh bupati/wali kota yang dipilih majalah Tempo dalam Liputan Khusus Kepala Daerah Pilihan 2012. Baca selengkapnya di majalah Tempo edisi Minggu, 9 Desember 2012: Bukan Bupati Biasa.

ANTON SEPTIAN | FEBRIANTI (PADANG)

Berita Lainnya:

Ada 40 Lokasi Penyelaman Terbaik di Wakatobi

Menikmati Wisata Satwa di Simpang Lima Gumul

Mau ke Pulau Komodo Gratis? Begini Caranya

UNS Teliti Kain Lurik Tradisional

Batu Kelamin Lelaki Ditemukan di Raja Ampat

Di Gunung Kidul Ada Gua Purba Baru?

Sail Komodo, NTT Siapkan 44 Destinasi

Tiga Satwa Langka di Bali Zoo Melahirkan Bayi

Sarjana Kelautan Bersihkan Laut Bunaken

Bedog Art Festival Raih Rekor MURI

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.