Ambles, Laba Bersih Adhi Karya 2020 Cuma Rp23,98 Miliar

Fikri Halim, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 2 menit

VIVA – PT Adhi Karya (Persero) Tbk melaporkan laba bersih yang dicapai tahun 2020 anjlok hingga 96 persen. Pada tahun awal pandemi COVID-19 itu, laba bersih BUMN karya ini menjadi hanya Rp23,98 miliar dari sebelumnya Rp663,8 miliar di tahun 2019 lalu.

Direktur Utama Adhi Karya, Entus Asnawi Mukhson mengakui, pandemi telah memberikan tantangan yang cukup besar bagi perusahaan. Namun, itu fakta yang harus dihadapi

"Penurunan laba bersih itu adalah fakta yang harus dihadapi Adhi Karya, agar kami bisa lolos dari situasi pandemi di 2020," kata Entus dalam telekonferensi, Rabu 21 April 2021.

Baca juga: Sri Mulyani Sebut Telah Jalankan Nilai Islam di Balik Program PEN

Dengan demikian, Entus pun menegaskan bahwa dalam rentang waktu sembilan bulan ke depan, Adhi Karya akan membuat skenario perencanaan terkait dampak dari pandemi COVID-19 tersebut.

Sehingga, dia berharap bahwa Adhi Karya bisa lolos dan tetap mendapatkan keuntungan. Meskipun sebelumnya tim dari manajemen juga telah memperkirakan bahwa mereka memiliki potensi merugi hingga Rp200 miliar.

"Jadi memang pada saat itu kami menemukan bahwa kami akan merugi Rp200 miliar jika kami tidak melakukan apa-apa. Padahal yang terjadi akan ada proyek yang turun," ujar Entus.

Adhi Karya saat ini, lanjut dia, akhirnya menggenjot sejumlah upaya efisiensi, guna menutup biaya yang muncul akibat penanganan COVID-19. Salah satunya yakni dengan menjaga biaya operasional supaya bisa ditutup dengan laba usaha yang ada.

"Saat pandemi, perjalanan dinas, tinjauan, dan sebagainya kita bisa kurangi sebagai upaya efisiensi. Meeting juga tidak perlu hotel, dan transport bisa dilakukan secara efisien. Ini dampak efisiensinya lumayan luar biasa," kata Entus.

Karena itu, Entus memastikan ke depannya Adhi Karya masih harus menyelesaikan berbagai proyek infrastruktur, dalam rencana pembangunan jangka menengah yang telah disusun.

"Dengan ketersediaan proyek besar yang sepertiganya berasal dari kemampuan fiskal kita. Sisanya KPBU dan diharapkan juga akan ada keterlibatan investasi dari sektor privat," ujarnya.