Ambulans Bodong Terobos One Way di Jalur Puncak

Merdeka.com - Merdeka.com - Satu unit mobil ambulans kembali terciduk melaju berlawanan arah saat kepolisian memberlakukan sistem one way mengarah ke Jakarta di Jalur Puncak, Kabupaten Bogor, Sabtu (7/5).

Kanit Regident Sat Lantas Polres Bogor, Iptu Danny Sutarman mengungkapkan, ambulans bernomor polisi B 2005 GL itu, menerobos one way di kawasan Cisarua sekitar pukul 15.00 WIB.

"Iya ambulans itu mau mengarah ke Cibodas, Cianjur dari Citeko, Cisarua dengan menyalakan rotator berwarna merah," kata Danny, usai memeriksa kelengkapan kendaraan tersebut di Pos Polisi Gadog.

Mobil yang dikemudikan Miftahul Ahmad itu, mencoba untuk melawan arus di tengah padatnya lalu lintas kendaraan dari arah Puncak menuju Jakarta. Namun, saat diperiksa, ambulans tersebut tidak membawa orang sakit atau darurat.

Pantauan di lokasi, di dalam ambulans tersebut terdapat dua orang laki-laki dan tiga anak kecil, lengkap dengan kasur lantai yang digelar di lantai mobil. Saat ini pengemudi dikenakan sanksi tilang dengan barang bukti mobil ambulans ditahan kepolisian.

"Karena pajaknya juga mati, jadi kami minta ke pengemudi membayar pajak, membawa BPKB serta membayar denda tilang untuk mengambil kendaraannya di Mapolres Bogor," kata Danny.

Sang pengemudi, Miftahul Ahmad sendiri mengaku menggunakan ambulans lengkap dengan rotator, bukan untuk berwisata, namun hanya ingin bersilaturahmi dengan sanak saudara di sekitar Cibodas, Cipanas, Kabupaten Cianjur.

Sekitar dua jam sebelumnya, sebuah mobil ambulans partai bertuliskan Relawan Beringin, coba menerobos sistem satu arah (one way) di Jalur Puncak, Kabupaten Bogor, Sabtu (7/5) siang. Ambulans tersebut, melaju dari arah Jakarta, menuju Puncak saat kepolisian memberlakukan satu arah ke Jakarta.

Namun, di dalam ambulans bernomor polisi B 1070 KIX itu, tidak terdapat peralatan pendukung medis, seperti oksigen maupun tandu. Justru, ambulans tersebut berisikan masyarakat yang diduga hendak liburan.

Kapolres Bogor, AKBP Iman Imanuddin menjelaskan, pada awalnya petugas memberhentikan ambulans tersebut untuk memberi pengawalan prioritas. Namun, saat diperiksa ambulans tersebut justru bukan membawa orang dalam keadaan darurat.

"Karena kami sudah tekankan ke anggota kalau ada ambulans butuh pengawalan prioritas, akan dikawal. Tapi ternyata setelah diperiksa di dalamnya bukan orang sakit, tapi orang mau berlibur," kata Iman.

Kata Iman, dikhawatir, jika ambulans tersebut tidak diberhentikan justru akan membahayakan penumpang ambulans dan pengendara lain, pasalnya hingga pukul 19.00 WIB, Jalur Puncak berlaku one way ke arah Jakarta.

"Alasannya kan ada orang sakit. Kalau memang betul akan dikawal sampai ke rumah sakit. Kami cek juga nomor polisinya tidak diperbaharui, jadi kami terakhir undang-undang lalu lintas," kata dia. [fik]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel