Amerika Tengah bersiap saat Eta berubah menjadi badai kategori 4

·Bacaan 3 menit

Managua (AFP) - Eta dengan cepat meningkat menjadi badai Kategori 4 pada Senin ketika menghantam pantai Karibia di Nikaragua dan Honduras, yang mengancam negara-negara Amerika Tengah itu dengan bencana angin dan banjir.

Badai itu membawa angin berkecepatan 150 mil (240 kilometer) per jam saat menerjang Karibia menuju daratan timur laut kota pesisir Nikaragua, Bilwi, kata Pusat Badai Nasional AS.

"Gelombang badai yang mengancam jiwa, angin kencang, banjir bandang dan tanah longsor diperkirakan terjadi di sebagian Amerika Tengah," NHC memperingatkan.

Bergerak dengan kecepatan sembilan mil per jam, Eta diperkirakan akan mendarat pada pukul 10 malam (0400 GMT) waktu setempat Senin dan Selasa pagi tepat di utara Bilwi, kota utama di wilayah Karibia Nikaragua.

Angin badai tropis yang mengawali Eta telah menghantam Miskito Cays yang terpencil pada Senin malam, dengan kekuatan angin akan meningkat saat badai semakin mendekat.

"Hujan deras, dengan banyak angin. Laut pun tampak ganas. Kami takut," kata guru Miskito, Kevin Lackwood, 22, kepada AFP.

Hanya laki-laki komunitas yang tersisa untuk melindungi rumah, katanya. Para wanita dan anak-anak telah dievakuasi dari desa berpenduduk sekitar 800 orang itu.

"Jika situasinya menjadi lebih berbahaya," kata Lackwood, orang-orang itu juga akan pergi.

Daerah lain di Karibia dan Amerika Tengah juga menghadapi serangan dari Eta, saat NHC mengatakan bahwa "banjir bandang dan banjir dari sungai akan mungkin terjadi di Jamaika, Meksiko tenggara, El Salvador, Haiti selatan, dan Kepulauan Cayman."

"Kami telah berhasil mengevakuasi lebih dari 3.000 keluarga dengan partisipasi aktif tentara kami dari komunitas Karibia," seperti Prinzapolka dan Miskito Cays, kata Wakil Presiden Nikaragua dan ibu negara Rosario Murillo.

Keluarga-keluarga itu telah dipindahkan ke tempat penampungan di daerah yang tinggi dan aman, kata Murillo.

Baik Nikaragua, dengan lebih dari enam juta orang, dan tetangganya Honduras, dengan lebih dari sembilan juta warga, telah mengeluarkan peringatan merah atas kedatangan Eta dalam waktu dekat.

Untungnya, pantai Karibia mereka tidak dipenuhi kota-kota besar, melainkan kota-kota kecil; Honduras memiliki pulau resor terkenal yang mencakup Roatan, yang populer di kalangan penyelam.

Sekitar 100.000 orang tinggal di Bilwi dan komunitas yang berdekatan di sepanjang pantai, sebagian besar di komunitas adat yang kemungkinan besar akan dilanda badai.

Gelombang badai yang berbahaya diperkirakan akan menaikkan permukaan air hingga 18 kaki (lima meter) di atas permukaan air pasang normal di daerah-daerah di sepanjang pantai timur laut Nikaragua, dan hingga lima kaki di atas normal di sepanjang pantai Honduras, tempat peringatan badai tropis diberikan.

"Pusta angin topan datang langsung ke atas Bilwi dan kami berada di dekatnya," kata penduduk setempat Limbort Bucardo kepada AFP.

"Ada kekhawatiran dari warga, karena banyak daerah banjir, orang-orang mengepak barang-barangnya dan mencari cara untuk mencapai tempat penampungan."

Penduduk menyiapkan makanan, lampu, radio, dan kantong plastik untuk melindungi barang-barang mereka, kata Bucardo.

"Rumah-rumah itu benar-benar rentan, itu adalah rumah kayu tua yang dilapisi plastik," tidak tahan angin kencang, kata sukarelawan layanan darurat Kevin Gonzalez.

Gonzalez mengatakan 1.600 penduduk asli dievakuasi dari kepulauan Miskitos Cays yang terpencil, dan terletak di jalur badai, pada Minggu.

Pemerintah mengirim 88 ton makanan ke wilayah itu pada Minggu, serta kru darurat untuk membantu memperbaiki komunikasi dan infrastruktur setelah badai berlalu.

NHC memperingatkan pada Senin, bahwa "sebagian besar Nikaragua dan Honduras akan mendapatkan 15 sampai 25 inci (380 sampai 635 mm) (hujan), kawasan terisolasi sekitar 35 inci (890 mm)."

Dan di pegunungan Amerika Tengah, air sungai yang meluap dapat membanjiri penduduk lokal di pedesaan, selain memicu tanah longsor.

Eta membawa hujan lebat di Kosta Rika pada hari Minggu, di mana pihak berwenang mengevakuasi orang-orang dari pantai Pasifik selatan negara itu.