Amien Rais Yakin masih Ada Gerakan Mengubah Jabatan Presiden Jadi Tiga Periode

Merdeka.com - Merdeka.com - Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Amien Rais meyakini masih ada gerakan untuk perpanjangan jabatan atau perubahan aturan hukum, agar jabatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi tiga periode.

Pernyataan tersebut disampaikan Amien saat menjadi pembicara dalam Seminar Pra Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiah di Edutorium UMS, Solo, Senin (30/5). Mantan Ketua PP Muhammadiyah 1995-1998 itu yakin jika rencana tersebut dilakukan akan mendapatkan dukungan mayoritas di parlemen.

"Saya masih (yakin). Saya bukan curiga tanpa dasar. Karena watak dari sebuah kekuasaan, di mana saja bukan hanya di Indonesia, itu emoh (tidak mau) turun. Sehingga ada kata-kata 'No body will relingest his all good power golden to related'," kata Amien.

"Tidak ada penguasa laki-laki atau perempuan yang kemudian melepaskan kekuasaannya sukarela. Tidak ada, kalau bisa ditambah," imbuhnya.

Hal tersebut, menurut Amien, sudah menjadi watak manusia. Tidak hanya di Indonesia namun juga di negara lain, seperti Afrika, Amerika, China dan lainnya.

"Cuma dengan akal sehat dan nurani kita, mestinya tidak begitu. Kalau sudah dua ya dua jangan tambah lagi," katanya.

Namun, lanjut dia, wacana jabatan presiden tiga periode tersebut mudah dilakukan, sehingga ia khawatir tetap akan terjadi.

"Ini wanti-wanti saya, karena begitu ada tiga periode, Pak Jokowi 15 tahun dan Pak Luhut, itu kemudian kita tidak tahu apa yang terjadi," lanjut Amien.

Mumpung belum terlambat, mantan politikus senior Partai Amanat Nasional (PAN) itupun mewanti-wanti agar masa jabatan presiden maksimal tetap dua periode atau 10 tahun sesuai konstitusi yang ada.

"Tapi kalau ada yang mau mengubah konstitusi menjadi tiga kali, nanti pingin yang keempat kali dan lain-lain. Enggak usah pakai istilah yang muluk-muluk dari khasanah agama maupun dari dukungan politik," tandasnya.

Amien menyarankan agar mencontoh istilah pewayangan. Seperti dikatakan oleh para dalang.

"Para dalang itu mengatakan, bahwa para tokoh wayang itu kalau bisa mau menelan bumi itu lho," pungkasnya.

Sebelumnya, Jokowi akhirnya menanggapi aspirasi masyarakat yang menginginkan penambahan masa jabatan presiden menjadi tiga periode. Menurut dia, semua pihak harus taat pada konstitusi yang sudah jelas mengatur soal masa jabatan presiden.

"Yang namanya keinginan masyarakat, yang namanya teriakan-teriakan seperti itu kan sudah sering saya dengar. Tetapi yang jelas, konstitusi kita sudah jelas. Kita harus taat, harus patuh terhadap konstitusi, ya," jelas Jokowi dikutip dari siaran pers Sekretariat Presiden, Rabu (30/3). [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel