Amir Khan Merasa Dicurangi

PETINJU asal Inggris, Amir Khan merasa dicurangi setelah dua sabuk gelar juara dunia di kelas welter WBA dan IBF direbut petinju Amerika Serikat, Lamont Peterson.  Para juri memberikan kemenangan angka untuk penantangnya itu di laga yang digelar di Washington, Minggu (11/12).
    
Pertarungan tinju ini berakhir dramatis. Dua dari tiga juri memberikan kemenangan angka 113-112 buat Peterson, sedangkan satu juri lainnya memberikan kemenangan buat "King" Khan dengan skor 115-110. Juri yang memenangkan Peterson adalah George Hill dan Valerie Dorsett, sedangkan yang juri yang menilai Khan pantas menang adalah Nelson Vazquez.
    
Tentu saja, Amir Khan merasa kemenangan yang seharusnya dia raih dicuri di laga tersebut. Ia meminta tanding ulang karena hasil keputusan juri yang kontroversial itu. Akibatnya rekor tarung Khan kini dicemari kekalahan dua kali. Sejauh ini ia mencetak 26 kali menang dan 2 kalah dengan 18 kali menang KO. Sedangkan Peterson menambah rekor kemenangannya jadi 30 menang, 15 kali di antaranya menang KO, 1 kali kalah dan sekali seri.
    
Petinju berusia 25 tahun keturunan Pakistan itu sudah menyiapkan rencana untuk bertarung di kelas welter sekali lagi melawan Peterson. Laga rematch diharapkan bisa digelar di Inggris.
    
Wasit Joe Cooper sempat memotong perolehan poin yang dimiliki Khan di ronde ketujuh dan ronde ke-12 setelah Khan melakukan dorongan terhadap petinju tuan rumah. Sebanyak 8647 penonton menyaksikan langsung di Washington Convention Center itu.
    
"Saya seperti melawan dua orang di ring. Melawan wasit dan juga Lamont Peterson. Wasit hanya melihat dari sisi dia saja, saat kita bertarung di kandang lawan maka ada dua hal yang merugikan kita sebelum pertarungan benar-benar dimulai. Saya sudah datang ke kandang dia, saya bisa mengalahkan dia, tetapi saya tidak dinyatakan menang," kata Amir Khan.
    
Beberapa anggota komisi tinju sempat datang ke Amir Khan dan mengatakan bahwa keputusan juri ini adalah keputusan yang aneh. Mereka merasa curiga dengan keputusan seperti itu. "Bahkan Lamont sendiri pun merasa kaget dia dinyatakan berhasil memenangkan pertarungan," kata Amir Khan.
    
Ia juga mengulas tentang serangannya yang telak hingga membuat Peterson terjatuh di ronde pertama. Ia kesal karena pukulannya itu tak dihargai wasit sebagai sebuah pukulan KO. Wasit menilai itu karena Peterson terpeleset.
    
"Di ronde kedua saya memukul KO dia dua kali tanpa ada peringatan apapun buat dia. Saya kaget di ronde 12 saya mengalami pengurangan angka," katanya.
    
Meski demikian, Khan siap kembali bertarung dengan kondisi fisik yang lebih kuat dari sebelumnya. "Seperti inilah tinju. Kita harus bisa merebutnya di hari yang lain. Sebuah tarung  ulang-lah yang saya inginkan saat ini. Saya ingin langsung digelar, ingin agar dua sabuk juara saya kembali lagi. Saya tahu saya sebenarnya memenangkan pertarungan itu dan semua orang juga tahu saya memang harusnya menang," katanya.
    
Peterson menolak mengomentari terlalu jauh tentang keputusan pertarungan. "Saya ini petinju bukan wasit, saya tak pantas untuk untuk mengatakan hal itu. Saya hanya fokus pada usaha menuntaskan pertarungan dan rencana saya," kata Peterson.
    
Ia tak peduli jika tarung ulang nanti digelar di Inggris. "Saya tak keberatan jika pertarungan ulang digelar di Inggris. Siap tarung kapan pun, semuanya akan berjalan lancar dan siap melakukannya. Jika itu semua keputusannya hanya tergantung pada saya maka saya nyatakan saya siap bertarung dengan dia lagi besok, tak peduli kapan pun pertarungan itu dilakukan, saya selalu siap," kata Peterson. (Tribunnews/mba)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.