AMMI apresiasi komitmen Moeldoko soal kebangsaan dan jaga NKRI

Aliansi Mahasiswa Milenial Indonesia (AMMI) mengapresiasi Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko atas komitmennya terhadap isu kebangsaan, menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta mewaspadai isu intoleransi dan radikalisme.

"Saya mengapresiasi Pak Moeldoko yang dengan tegas terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga keutuhan NKRI dari rongrongan intoleransi dan radikalisme. Komitmen Pak Moeldoko tersebut dapat menggugah generasi muda untuk mau bersatu padu menjaga Indonesia," kata Sekjen AMMI Arip Nurahman dalam keterangannya, Rabu.

Arip juga mengajak semua pihak, terutama kaum milenial, untuk aktif menjaga Indonesia dari gangguan kelompok radikal yang bertujuan mengganggu keutuhan NKRI. Menurutnya, apabila hal itu tidak segera diantisipasi, maka dapat mengancam keutuhan bangsa.

"Bersyukur kita memiliki Kepala Staf Kepresidenan yang tetap memiliki keteguhan hati kepada tegaknya Pancasila dan NKRI. Untuk itu, saya mengajak semua pihak untuk bisa bekerja sama menjaga Indonesia tetap berdaulat dan aman dari ancaman paham intoleransi dan radikalisme," tegasnya.

Baca juga: BNPT ajak generasi Z-milenial sebarkan narasi positif di media sosial

Komitmen Moeldoko terkait isu kebangsaan dan menjaga NKRI itu salah satunya nampak saat dia menerima audiensi dari Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) di Gedung Bina Graha, Jakarta, Selasa (10/5). Dalam kesempatan itu, Moeldoko mengajak MAKN ikut mewaspadai isu intoleransi dan radikalisme.

"Kita semua harus ikut terlibat dalam menjaga ini NKRI karena kemampuan pengetahuan saja tidak ada artinya jika semua sudah terjadi, seperti yang terjadi di Timur Tengah," kata Moeldoko di Jakarta, Selasa.

Dia menilai MAKN memiliki kekuatan besar dalam membangun karakter bangsa, yang dapat menjadi modal besar untuk menangkal ajaran atau paham radikal dan intoleransi.

"Setidaknya kita semua bisa membangun kewaspadaan, kepedulian terhadap masyarakat, karena ancaman itu (intoleransi dan radikalisme) memang ada," tambahnya.

Mantan Panglima TNI itu juga meyakini MAKN mampu menjadi wadah untuk membangun karakter dan budaya bangsa Indonesia.

"Local wisdom masih menjadi arah untuk membangun karakter yang kuat," ujar Moeldoko.

Baca juga: Moeldoko ajak MAKN waspadai paham radikal dan intoleransi
Baca juga: Mahfud MD: Islam "wasathiyah" bendung komunisme dan radikalisme

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel