Anak Akidi Tio Dirawat karena Sesak Napas

·Bacaan 2 menit

VIVA – Putri mendiang Akidi Tio, Heryanti dikabarkan mengalami sesak napas dan menjalani perawatan di rumahnya di Jalan Tugu Mulyo No. 1916, Kecamatan Ilir Timur 1, Kota Palembang. Heryanti mengalami gangguan kesehatan usai menjalani pemeriksaan di Polda Sumatera Selatan pada Senin, 2 Agustus 2021.

Kabar Heryanti mengalami sesak nafas itu disampaikan petugas tenaga kesehatan Dinas Kesehatan Sumsel yang merawat anak perempuan mendiang Akidi Tio itu. Heryanti dirawat oleh satu orang perawat dan satu orang dokter dengan membawa tabung oksigen ukuran sedang di rumahnya pada Selasa sore.

Seorang petugas Dinas Kesehatan Sumsel, Teja Kusuma mengatakan, kedatangan mereka tersebut berdasarkan instruksi dari pimpinan untuk memberikan perawatan kepada seorang yang mengalami sesak nafas.

"Kami diperintahkan untuk ke sini oleh pimpinan di kantor ada yang sesak nafas," singkatnya yang berjaga di luar rumah.

Berdasarkan pantauan lokasi, tampak petugas kepolisian masih berjaga-jaga selagi dokter melakukan perawatan kepada Heriyanti.

Rumah tersebut tertutup rapat hanya pagar utama terbuka memperlihatkan satu unit mobil mitsubishi outlander berwarna putih dan anjing spearhead peliharaan tuan rumah.

Berdasarkan informasi, Polda Sumatera Selatan merencanakan kembali memanggil Heriyanti beserta suaminya Rudi Sutadi dan beberapa anggota keluarga almarhum Akidi Tio lainnya, untuk mendapatkan kepastian terkait kebenaran dana hibah senilai Rp2 triliun yang diproyeksikan untuk penanggulangan COVID-19, Selasa.

Namun yang bersangkutan tidak kunjung datang ke Mapolda Sumsel karena sakit.

Sebelumnya, polisi melakukan pemeriksaan intensif lebih kurang sembilan jam terhadap empat orang pihak keluarga almarhum Akidi Tio, Senin, 2 Agustus 2021.

Dari hasil pemeriksaan, semua keterangan yang diberikan empat orang tersebut yang menjamin uang tersebut ada dan akan dicairkan, Selasa, 3 Agustus 2021, melalui bilyet giro Bank Mandiri. Tapi hingga kini uang Rp2 triliun yang dijanjikan belum jelas wujudnya.

Menurut Dirkrimum Polda Sumsel Komisaris Besar Polisi Hisar Siallangan, sebelum dana tersebut pasti ada dengan dibuktikan melalui pencairan, maka keempat orang yaitu anak perempuan bernama Heriyanti, anak menanti Rudi Sutadi, cucu almarhum Akidi dan dokter pribadi keluarga dr Hardi Darmawan akan dijaga ketat kepolisian.

"Semua keterangan dimaksimalkan untuk memenuhi konstruksi hukum terlebih untuk memastikan ada atau tidaknya dana senilai Rp2 triliun," ujarnya. (Ant)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel