Anak-anak Dilarang Main TikTok

·Bacaan 2 menit

VIVA – Badan Perlindungan Data Italia (The Italian Data Protection Authority/DPA atau Garante per la protezione dei dati personali) meminta TikTok memperketat aturan agar tidak ada anak-anak yang menggunakan aplikasi video pendek asal China tersebut.

"Langkah yang mereka adopsi sudah memberikan hasil yang signifikan. Namun itu belum cukup," demikian menurut keterangan resmi DPA, seperti dikutip dari situs Techcrunch, Sabtu, 15 Mei 2021.

Lembaga tersebut meminta TikTok menghapus akun pengguna yang berada di bawah 13 tahun dalam kurun waktu 48 jam dan membuat penjelasan bahwa aplikasi tersebut tidak untuk anak di bawah usia tersebut.

TikTok juga diminta menggunakan solusi berbasis kecerdasan buatan untuk mengurangi risiko anak di bawah 13 tahun mendaftar dan menggunakan platform mereka. Aplikasi milik ByteDance Technology itu pada Februari tahun ini sepakat dengan pemerintah Italia untuk memblokir pengguna berusia di bawah 13 tahun.

Langkah tegas ini diambil setelah kematian anak perempuan berusia 10 tahun setelah mengikuti tantangan menahan napas di media sosial tersebut. Sejak Februari, menurut DPA, TikTok sudah meminta lebih dari 12,5 juta pengguna di Italia untuk mengonfirmasi usia mereka.

Kepala Keamanan Anak TikTok untuk Eropa, Alexandra Evans, mengaku mulai menerapkan langkah tambahan agar pengguna platform tersebut berusia minimal 13 tahun.

“Prioritas utama kami adalah melindungi privasi dan keamanan pengguna kami, khususnya yang usianya lebih muda. Setelah keterlibatan berkelanjutan dengan DPA, kami akan menguji coba langkah-langkah tambahan untuk membantu memastikan bahwa hanya pengguna berusia 13 tahun ke atas yang boleh menggunakan TikTok," jelas dia.

Evans juga mengklaim telah mengambil langkah-langkah terdepan dalam industri untuk mempromosikan keamanan remaja di TikTok seperti mengatur akun ke pribadi secara default untuk pengguna berusia di bawah 16 tahun dan memungkinkan orangtua untuk menautkan akun mereka ke anak remajanya lewat fitur Family Pairing.

"Tidak ada garis akhir dalam hal keselamatan. Kami terus mengevaluasi serta meningkatkan kebijakan, proses, dan sistem kami, serta berkonsultasi dengan pakar eksternal," ungkapnya.