Anak-Anak Juga Bisa Kena Long Covid, Ini yang Harus Orangtua Ketahui

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Dengan pandemi Covid-19 yang belum akan berakhir, segala hal yang berkaitan dengan virus Corona masih menjadi perhatian utama. Faktanya, efek jangka panjang Covid-19 pada pasien yang pulih telah berdampak lebih besar pada kesehatan fisik dan mental seseorang, mengingat gejala yang terus berlanjut bahkan setelah dites negatif untuk virus tersebut.

Sementara para ilmuwan dan profesional medis terus mengeksplorasi long Covid pada orang dewasa, sebuah penelitian baru-baru ini mengklaim bahwa long Covid juga dapat memengaruhi anak-anak.

Long Covid mengacu pada efek virus Corona yang bertahan selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan setelah seseorang sembuh dari penyakit tersebut.

Efek long covid

Ilustrasi Penderita Pneumonia Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi Penderita Pneumonia Credit: pexels.com/pixabay

Menurut sebuah studi baru-baru ini yang dilakukan oleh University of Leicester dan Office for National Statistics (ONS), efek jangka panjang COVID-19 dapat menyebabkan orang yang selamat mengembangkan masalah jantung, diabetes, serta kondisi hati dan ginjal kronis.

Selain itu, orang di bawah usia 70 tahun mengembangkan masalah paru-paru, jantung, ginjal, dan hati, dan kasus baru diabetes didiagnosis berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan setelah mereka pulih dari Covid-19.

Long covid pada anak-anak

ilustrasi anak sakit/copyright Rawpixel
ilustrasi anak sakit/copyright Rawpixel

Bukti yang berkembang menunjukkan bahwa selain memengaruhi orang dewasa, long Covid juga dapat memengaruhi anak-anak dengan berbagai cara. Sementara COVID-19 tidak hanya berdampak pada kesehatan mental anak-anak - mengingat isolasi dan pembatasan interaksi sosial - ia juga telah mengembangkan penyakit langka pada anak-anak, termasuk Multisystem Inflammatory Syndrome (MIS), yang dapat menyebabkan peradangan parah pada anak. Bagian tubuh seperti jantung, paru-paru, ginjal, otak, kulit dan lain-lain dapat terpengaruh karenanya.

Studinya

Ilustrasi anak sakit./Copyright shutterstock.com/g/winnievinzence
Ilustrasi anak sakit./Copyright shutterstock.com/g/winnievinzence

Konon, sebuah penelitian baru-baru ini mengevaluasi sekelompok anak untuk mengetahui dampak jangka panjang COVID-19 pada mereka.

Studi yang diterbitkan di medRxiv pada hari Selasa menetapkan bahwa sekitar satu dari tiga anak muda masih memiliki satu atau dua gejala COVID-19 dan lebih dari satu dari lima memiliki tiga atau lebih yang menunjukkan tanda-tanda COVID. Penelitian dilakukan pada 129 anak-anak, berusia 18 tahun ke bawah dalam jangka waktu rata-rata 163 hari.

Selama penelitian, 18,6% anak melaporkan kesulitan tidur; 14,7% mengeluh mengalami gangguan pernapasan termasuk nyeri dada. Hidung tersumbat, kelelahan, otot dan nyeri sendi adalah beberapa gejala paling umum yang dihadapi anak-anak. Selain itu, 10,1% anak mengeluhkan sulit berkonsentrasi.

Anak juga terkena dapat long covid

Diare menempati posisi kedua penyakit mematikan untuk anak di bawah usia 5 tahun. (Sumber Foto: Youtube)
Diare menempati posisi kedua penyakit mematikan untuk anak di bawah usia 5 tahun. (Sumber Foto: Youtube)

Meski penelitian ini masih dalam spekulasi, tidak ada keraguan bahwa anak-anak juga terkena long Covid. Petugas kesehatan yang mendampingi anak yang diobservasi menyatakan bahwa mereka memiliki gejala yang menetap lama setelah awal sakit, dan sekitar 68 anak dalam kelompok ini, 43% memiliki gejala yang cukup parah sehingga mengganggu kegiatan mereka sehari-hari.

Dengan kata lain, baik terinfeksi Covid-19 ringan atau tidak sama sekali pada anak-anak, efek virus yang bertahan lama mungkin berdampak pada mereka dalam jangka panjang.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: