Anak Anda Berprestasi dan Tinggal di Kepri, Ada Beasiswa Menanti

Wakil Gubernur Kepri HM Soerya Respationo mengatakan program peningkatan sumber daya manusia (SDM) melalui pemberian beasiswa hingga pelatihan kewiraswastaaan di wilayah kepulauan riau (Kepri) menjadi satu contoh yang baik mengenai bagaimana melaksanakan program pengentasan kemiskinan di Kepri.

Ia pun melihat pola dan cara tersebut kiranya masuk akal guna meningkatkan harkat dan martabat masyarakat yang ada di pulau-pulau.

"Pola ini sangat baik, selain nantinya bisa meningkatkan pendapatan dengan menjadikannya sebagai nelayan profesional melalui pelatihan, sekaligus meningkatkan harga diri nelayan itu sendiri," ungkap Soerya, Minggu (30/12/2012).

Soerya juga mengungkapkan, saat ini Pemerintah Provinsi Kepri juga tengah fokus dalam program pengentasan kemiskinan selain melalui pelatihan untuk nelayan, yakni program bedah rumah, bedah lingkungan, pemberian pemeriksaan dan pengecekan kesehatan hingga pemberian beasiswa pendidikan bagi anak-anak di pulau yang berprestasi maupun yang ingin melanjutka pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi lagi.

"Jadi, jika ada anak-anak berprestasi disini (pulau-pulau,red) yang ingin melanjutkan sekolahnya, sudah kita anggarkan untuk mendapatkan beasiswa, tinggal bapak atau ibu minta didata saja ke aparat pemerintahan, setingkat lurah hingga camat," jelasnya.

Intinya, tambahnya, Pemerintah Provinsi Kepri nantinya akan membuat masyarakat di pulau-pulau menjadi Objek pembangunan dan bukan sebagai subyek.

Sebagaimana diketahui, pada tahun 2013, Pemerintah Provinsi Kepri telah menganggarkan  Rp165 M untuk mengentaskan kemiskinan yang ada di Kepulauan Riau. Dan pada dasarnya hak-hak masyarakat kecil bisa di akomodir oleh pemerintah daerah.

"Dan hal ini juga sejalan dengan misi dan visi kami (Duo HMS,red) terdahulu yang ingin lebih meningkatkan taraf hidup masyarakat di Kepri," ungkapnya.

Dan dari dua tahun pemerintahan kami berdua, jelasnya, saya melihat program ini sudah berjalan dengan sangat maksimal. Dan jika di presentasekan sekitar 90 persen. Kecuali Anambas, Natuna dan Lingga yang terkendala pada suplay bahan baku dari luar ke daerah mereka akibat adanya faktor cuaca.

"Dan yang terpenting, kita akan mencoba secara maksimal mungkin untuk mensuksekan program tersebut. Oleh karena itu, marilah kita berganteng tangan bersama-sama untuk mengentaskan kemiskinan yang ada di pulau-pulau," ungkap ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK).

REGIONAL POPULER

  • Siswi SMA Dicabuli di Ruang Tamu
  • Suami Istri Hilang di Pulau Berpenghuni Binatang Buas
  • Bocah Perempuan Dicabuli Kakak Ipar di Atas Sepeda…
  • Tim Pemenangan Rieke-Teten Kecam Keras Aher-Deddy
  • Wow!Pendapatan Pengemis di Semarang Capai 600 Ribu Rupiah…
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.