Anak Belajar di Rumah, Orangtua Jangan Memaksakan Diri Jadi Guru

Liputan6.com, Jakarta Tahun ajaran baru akan dimulai tapi COVID-19 belum berakhir. Sehingga sebagian anak-anak untuk beberapa waktu ke depan akan kembali belajar di rumah. Orangtua pun harus siap kembali mendampingi buah hati.

Kegiatan belajar mengajar dari rumah terkadang tak hanya membuat anak menjadi stres. Hal ini juga orang tua pun ikut mengalaminya lantaran harus ikut memahami materi yang disampaikan.

Psikolog, Vera Itabiliana Hadiwidjojo, mengatakan orangtua tak perlu memaksakan diri untuk menguasai semua pelajaran anak. Yang harus dilakukan hanya menemani dan mengkomunikasi dengan pihak sekolah jika dirasa ada yang kurang maksimal.

"Kebanyakan orangtua merasa terbebani karena harus menjadi guru, tidak perlu memaksakan diri. Bekerja samalah dengan guru anak jika kesulitan. Komunikasikan pada sekolah jika ada tugas yang memberatkan," ujar Vera dilansir dari Antara.

 

Jangan Target Anak Raih Nilai Tinggi

Dalam masa pandemi COVID-19, orang tua sebaiknya juga tidak memaksakan anak untuk mendapat nilai tinggi. Yang terpenting adalah anak tetap bisa menikmati proses belajar meski hanya di rumah.

"Saat ini pun masih ada sekolah yang mencari formulasi yang tepat untuk program online learning ini. Target pada anak saat ini bukan lagi nilai tapi buatlah suasana belajar yang tetap menyenangkan sehingga anak tidak ikut jadi stres yang akhirnya akan menurunkan daya tahan tubuh," jelas Vera.

Peran penting orangtua dalam pembelajaran anak ini tentu berbeda dari guru. Orangtua cukup mendampingi dan memastikan bahwa anak tidak stres ketika belajar dari rumah.