Anak Belum Bicara, Waspadai Gangguan Pendengaran

Rochimawati
·Bacaan 2 menit

VIVA – Terkadang orangtua beralasan anak belum bisa bicara karena belum waktunya atau karena lidahnya pendek. Padahal, menurut Dokter Spesialis Telinga, Hidung Tenggorokan-Bedah Kepala Leher Dr. dr. Siti Faisa Abiratno, Sp.T.H.T.K.L (K) M.Sc Aud-Vestib Med pendengaran berpengaruh besar pada proses perkembangan bicara anak.

Ia menjelaskan, faktor pendukung proses perkembangan bicara anak adalah masuknya stimulus kata-kata atau kalimat di telinga yang diteruskan via jalur saraf pendengaran ke pusat pendengaran di otak. Di sini suara/kata-kata di interpretasi dan disimpan untuk dasar perkembangan berbicara lebih lanjut.

Dokter Siti Faisa menjelaskan saat Webinar Profesional bertema Penatalaksanaan Gangguan Dengar pada Anak yang diselenggarakan oleh Perhati KL Cabang Sumatera Utara dan Kasoem Hearing Center, dikutip dari keterangannya belum lama ini.

“Dengan demikian masalah kemampuan mendengar merupakan hal yang penting dalam perkembangan proses berbicara pada anak. Dimulai dengan anak paham apa yang didengar. Masalah gangguan dengar pada anak sering tidak disadari oleh para orangtua. Anak yang kurang responsif terhadap bunyi di sekitar atau apabila dipanggil tidak respons, dianggap oleh karena anak ‘cuek’ padahal kemungkinan ada masalah kurang dengar,” tuturnya.

Lebih lanjut kata dr Siti Faisa, perkembangan bicara anak dapat juga dipengaruhi oleh status mental, kesehatan anak dan lingkungan. Anak yang sering dirawat di rumah sakit karena sakit, bisa menghambat perkembangan bicara pada anak.

“Jadi masalah gangguan dengar bukan saja input pendengaran yang terganggu, tetapi juga masalah auditory feedback. Masalah gangguan dengar di samping kata-kata tidak terdengar dengan sempurna, saat-anak menirukan/mengucapkan kata-kata akan terdengar ditelinganya sendiri (auditory feedback). Hal tersebut dapat mengakibatkan cara pengucapan/artikulasi, terutama huruf konsonan tertentu dan intonasi kata-kata tidak sempurna," katanya.

Sementara dr. M. Pahala Hanafi Harahap M.Ked (ORL-HNS), Sp.T.H.T.K.L (K) mengatakan, masalah gangguan pendengaran pada anak disebabkan oleh masalah lingkungan dan masalah genetik.

“Penyebabnya bisa karena masalah ibu terkena virus saat hamil hingga kondisi prematur dan masalah lain,” ujarnya.

Deputy Direktur Kasoem Hearing Center, Trista Mutia Kasoem menambahkan agar masalah gangguan pendengaran diketahui oleh dokter spesialis maupun dokter umum, ketika ada masalah gangguan pendengaran bisa segera diberikan solusi seperti alat bantu dengar atau Cochlear Implant.

"Kami akan konsisten mengadakan program pelatihan dan edukasi untuk profesional secara terus-menerus untuk jadwalnya sendiri bisa dilihat di www.kasoemhearingcenter.com dan terlihat juga antusias dokter spesialis, dokter umum hingga perawat yang mengikuti webinar kali ini hingga 400 peserta," ujarnya.