Anak Berkebutuhan Khusus Khitan Massal di Sidoarjo

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Setelah sukses menyelenggarakan khitanan massal bagi anak berkebutuhan khusus tiga kali berturut-turut, Yayasan Ananda Mutiara Indonesia (Y-AMI) akan kembali menggelar khitanan massal pada 13 Desember mendatang.

Khitanan massal anak berkebutuhan khusus kali ini digelar dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional yang jatuh pada 3 Desember 2020.

Menurut Ketua Umum dan Founder Y-AMI Yenni Darmawanti, SE khitanan kali ini dibuka untuk 30 pendaftar dan hingga hari ini Kamis (19/11/2020) sudah ada 27 pendaftar. Acara akan digelar di kantor Y-AMI Sidoarjo.

Yenni berharap pihaknya dapat tetap konsisten menyelenggarakan acara khitanan massal untuk membantu para ABK.

“Untuk anak-anak, kami berharap akan banyak dukungan baik dari pihak Pemerintah Kabupaten maupun dari masyarakat lain untuk tetap peduli,” ujar Yenni kepada Liputan6.com, Kamis (19/11/2020).

Ia juga berharap agar khitanan massal bisa diselenggarakan di berbagai daerah lain seperti Ponorogo, Probolinggo, Blitar, dan Malang.

“Karena kasihan yang ada di daerah-daerah kalau harus ke Sidoarjo.”

Khitan ini biasanya diikuti oleh anak dengan ragam disabilitas autisme, down syndrome, dan kebutuhan khusus lainnya. Selain itu, khitan yang dilakukan juga bersifat lintas agama.

“Khitan ini juga diikuti oleh ABK non muslim. Jadi lintas agama tetap kita upayakan semua dapat hak-hak kesehatannya untuk berkhitan, ABK bisa menjadi lebih sehat.”

Acara Sebelumnya

Khitan massal anak berkebutuhan khusus. Foto: Y-AMI
Khitan massal anak berkebutuhan khusus. Foto: Y-AMI

Sebelumnya, yayasan yang berdiri sejak Desember 2019 ini telah menyelenggarakan tiga acara serupa.

Acara pertama pada 29 Desember 2019 dengan jumlah peserta khitan 30 anak. Acara pertama ini cukup spesial bagi Yenni karena anaknya turut menjadi peserta khitan.

Acara kedua digelar pada 16 Februari 2020 dengan jumlah peserta khitan 24 anak. Sedang, acara ketiga digelar pada 30 Juni 2020 dengan jumlah peserta khitan 57 anak.

“Peserta khitan bulan Juni lalu sudah mulai banyak yang usia 15 tahun ke atas bahkan ada salah satu anak yang usia 23 tahun. Yang tanggal 13 Desember besok juga ada 1 peserta ABK dengan usia sudah 27 tahun.”

Yenni menambahkan, khitan untuk keluarga ABK selain berat dari biaya juga banyak yang mengalami kesulitan. Kesulitan terjadi ketika anak tidak kooperatif, bahkan ada anak yang sudah 3 kali dibawa ke fasilitas kesehatan untuk disunat namun berhasil kabur.

“Makanya, khitan untuk anak ABK itu berbeda dengan anak biasa, perlu penanganan khusus dari dokter yang khusus pula,” pungkas Yenni.

Infografis Disabilitas

Infografis Tunjangan Khusus Penyandang Disabilitas di Jakarta. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Tunjangan Khusus Penyandang Disabilitas di Jakarta. (Liputan6.com/Abdillah)

Simak Video Berikut Ini: