Anak Buah AKBP Arsya Tangkap Kibo, Pelaku Jambret HP Pak Slamet

Siti Ruqoyah, Andrew Tito
·Bacaan 2 menit

VIVA – Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat berhasil tangkap pelaku salah seorang pelaku begal sepeda ajudan Wakil Menteri LHK, Slamet Supriyadi di Jalan Latumenten, Tanjung Duren, Jakarta Barat, DPO atas nama Kibo alias L di tangkap polisi di kawasan Serang Banten, Kamis 4 Februari 2021.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Teuku Arsya Khadafi membenarkan DPO begal sepeda berinisial K alias Kibo sudah ditangkap dan kini telah si bawa ke Mapolres guna menjalani pemeriksaan dan proses hukum.

"Ya betul untuk tersangka K yang merupakan DPO dari kasus begal sepeda yang sebelumnya sudah kami rilis atas nama saudara K sudah berhasil ditangkap ditangkapnya itu di Serang” ujar Arsya dikonfirmasi, Kamis 4 Februari 2021.

Dalam perjalanan pelarian, pelaku Kibo diketahui bersembunyi di salah satu rumah krabatnya di sana untuk menghindari kejaran aparat kepolisian.

Berdasarkan penyelidikan, Tim Reskirm mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada salah satu begal sepeda berinisial K alias Kibo berada di Serang.

Tanpa pikir panjang Tim Reskirm mengecek ke lokasi yang di maksud oleh masyarakat guna memastikan itu benar Kibo atau bukan.

Dalam hal ini Arsya berkomitmen akan meringkus semua pelaku kejahatan di Jakarta Barat.

"Ternyata benar yang bersangkutan pernah dilihat di wilayah tersebut. Hanya saja, selama pelariannya saudara K selalu di dalam rumah mengurangi kegiatan di luar untuk menghindari dikenali orang terutama setelah kita melakukan rilis," ujarnya

Arsya menambahkan, K alias Kibo ini memiliki peran sebagai Joki sepeda motor saat beraksi. Namun, Kibo juga terkadang menjadi eksekutor atau yang menjambret Hp korban di beberapa wilayah.

“Perannya berganti-ganti antara yang menjadi joki atau pun eksekutor, saudara K memang lebih sering menjadi joki” ujarnya.

Arsya menambahkan, pelaku Kibo ini miliki keahlian lihai mengendara sepeda motor, yang digunakannya untuk pelarian juga di kejar warga atau polisi saat kelompoknya melakukan aksi kejahatan.

Salam proses pemeriksaan, kelompok kriminal jalanan ini diketahui sebagai kelompok ini sangat tertutup, tidak seperti kelompok begal yang sudah pernah diungkap. Artinya, kelompok ini tidak mudah merekrut orang untuk ikut begal di wilayah Jakarta Barat.

"Mereka kelompok tertutup bukan ikut siapa-siapa gitu, cuma itu-itu aja anggotannya. Mereka semua pengangguran dan uang hasil kejahatannya untuk foya-foya," terang dia.

Sebelumnya, Slamet Supriyadi menjadi korban jambret di kawasan Latumenten, Tanjung Duren, Gropet, Jakarta Barat. Saat itu ia sedang bersepeda dan menaruh Hp di stang sepedanya.

Lalu dari belakang Hp nya dijambret oleh dua orang pengendar sepeda motor berboncengan. Akhirnya Slamet membuat laporan polisi dan kurang dari 2x24 pelaku berhasil ditangkap.

Baca juga: Jokowi Tunjuk Risma Gantikan Anies, Cek Faktanya