Anak buah Anas katai Jero Wacik dan Syarif Hasan tak cerdas

MERDEKA.COM,

DPD-DPD Partai Demokrat menyesalkan pernyataan Sekretaris Dewan Pembina Partai Demokrat Jero Wacik yang meminta Anas Urbaningrum mundur dari jabatannya. Adanya wacana dan upaya menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) untuk mendompleng kepemimpinan Anas bukan jaminan untuk menaikkan pamor elektabiltas partai berlambang Mercy ini.

Sekretaris DPD Jakarta Irfan Gani menyatakan tidak ada celah untuk menggelar KLB menggeser kepemimpinan Anas Urbaningrum sebagai ketua umum partai.

"Jelas kita sebagai elit partai di daerah, KLB bukan solusi atau jaminan mengatasi Partai Demokrat. DPD dan DPC solid mendukung Anas Urbaningrum," kata Irfan Gani didampingi pengurus DPD Partai Demokrat lainnya, Jakarta, Senin (4/1).

Pihaknya menegaskan, justru upaya yang lebih penting dilakukan untuk meningkatkan citra Partai Demokrat adalah konsolidasi internal partai. Baik di pusat ataupun di daerah.

Kepemimpinan Anas sebagai ketua umum partai adalah sebuah produk konstitusi yang dihasilkan dari kongres partai.

"KLB untuk menurunkan Anas itu presiden buruk organisasi dan enggak ada jaminan misalnya Anas mundur kemudian Partai Demokrat naik elektabilitasnya," jelasnya.

"Ya mohon maaf, Pak Jero dan Pak Syarif tidak tahu yang kami jalani di daerah, masyarakat tahunya ingin kinerja menteri bagus, tak hanya pasang baliho di Gatot Subroto," lanjutnya.

Gani memastikan bahwa pengurus-pengurus DPD dan DPC Partai Demokrat solid mengawal kepemimpinan Anas Urbaningrum hingga 2015. Tidak ada suara-suara yang mencuat untuk meminta Anas mundur dari jabatannya.

"Saya pastikan Anas Urbaningrum solid di provinsi dan kabupaten seluruh Indonesia, enggak ada suara besar pelengseran Anas. Justru pernyataan Syarif dan Jero Wacik adalah sikap pernyataan yang tidak cerdas," tandasnya.

Selain itu, Kordinator DPD wilayah NTT Lusti Tulis menambahkan tidak ada suara-suara dari daerah yang berharap untuk menggelar KLB menggantikan posisisi Anas Urbaningrum sebagai ketua umum partai.

"Di daerah enggak ada masalah, mereka aja yang buat masalah, yang punya hak bicara itu DPD dan DPC, tugas dewan pembina ya membina dan mendidik," imbuhnya.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.