Anak Buah Brigjen Rian Periksa 7 Saksi Kasus Tewasnya 4 Laskar FPI

Bayu Nugraha, Foe Peace Simbolon
·Bacaan 2 menit

VIVAPolri akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi kasus dugaan unlawful killing atau penembakan di luar hukum terhadap anggota Laskar FPI.

Pemeriksaan akan dilakukan besok, Rabu 17 Maret 2021. Hal tersebut dibenarkan oleh Direktur Tindak Pidana Umum Badan Reserse Kriminal Polri, Brigadir Jenderal Polisi Andi Rian Djajadi. Tapi, dia tidak menjelaskan persis waktunya.

"Besok (hari ini) akan dilakukan pemeriksaan," kata dia kepada wartawan, Selasa 16 Maret 2021.

Bukan cuma satu, Andi menyebut sedikitnya ada tujuh orang yang akan dimintai keterangannya besok sebagai saksi dalam kasus ini. Sayangnya, dia juga tidak merinci siapa saja identitas ketujuh orang yang akan diperiksa oleh penyidik besok.

"Ada pemeriksaan tujuh saksi," katanya.

Diketahui, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyampaikan empat rekomendasi atas peristiwa tewasnya enam anggota laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek.

Dari hasil penyelidikan yang berlangsung sejak 7 Desember 2020, Komnas HAM menyimpulkan, bahwa peristiwa tewasnya enam laskar FPI ini terbagi dalam dua konteks yang berbeda.

Dua laskar FPI tewas karena terlibat bentrokan dan saling serang dengan aparat dan tewas di tempat. Sementara empat laksar FPI lainnya tewas karena pelanggaran HAM.

Komnas HAM merekomendasikan agar peristiwa tewasnya 4 laskar FPI dilanjutkan ke pengadilan pidana guna mendapatkan kebenaran materiil lebih lengkap dan menegakkan keadilan.

Rekomendasi kedua, Komnas HAM meminta dilakukan penegakan hukum terhadap orang-orang yang berada di dalam dua mobil. Dua mobil ini terlibat dalam aksi serempet dengan mobil yang ditumpangi laskar FPI.

Mendalami dan melakukan penegakan hukum terhadap orang-orang yang terdapat dalam dua mobil Avanza hitam itu berpelat nomor 1759-PWQ dan Avanza silver B-1278-KJD.

Rekomendasi berikutnya adalah mengusut lebih lanjut kepemilikan senjata api yang diduga digunakan oleh laskar FPI. Yang keempat, meminta proses penegakan hukum akuntabel, objektif, transparan sesuai dengan standar HAM.

Selanjutnya, penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim membuat laporan model A atas kasus unlawful killing terhadap empat orang pengawal Habib Rizieq Shihab Artinya, laporan dibuat langsung penyidik.

Baca juga: Polisi Penembak 4 Laskar FPI Dijerat Pasal Pembunuhan