Anak Buah Herkules Datangi Sidang John Kei

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bersamaan dengan sidang terdakwa John Kei, dengan agenda pembacaan pledoi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Gajah Mada, Jakarta, Selasa (18/12/2012), ratusan orang anti-John kei kembali menggelar aksi menuntut John Kei dihukum seberat-beratnya.

Ratusan orang yakni massa dari kelompok yang menamakan diri Pemuda Lintas Nusantara dan anggota Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB) dengan ketua umumnya Herkules akan menggelar aksi unjuk rasa di PN Jakpus pukul 11.00 wib.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, terdakwa John Kei dituntut Jaksa Penuntut Umum 14 tahun Pidana Penjara dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Gajah Mada, Jakarta, Selasa (4/12/2012) lalu.

JPU Fahmi Iskandar menuturkan terdakwa telah terbukti secara sah melanggar pasal 340 KUHP. JPU juga mempertimbangkan hal yang memberatkan dan meringankan dalam persidangan. Terdakwa lainnya, Muklis B Sahab dan Joseph Hungan juga dituntut JPU selama 2 tahun pidana penjara.

Dalam kasus ini, John bersama dua orang terdakwa lainnya, Joseph Hungan dan Muchlis B. Sahab dijadikan tersangka atas kasus pembunuhan bos PT Sanex Steel, Tan Hari Tantono alias Ayung di Swissbel-Hotel, Jakarta Pusat pada Februari lalu.

Seperti diketahui, pada sidang perdananya, John Kei dkk didakwa pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama 20 tahun. Perbuatan John Kei dkk, dianggap JPU, memenuhi unsur pembunuhan disertai perencanaan yang tercantum pada Pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Para terdakwa dikenakan dakwaan satu yaitu Pasal 340 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1, Pasal 56 KUHP ayat (1) ke-2. Selain itu, JPU juga mendakwakan pasal 338 Jo 55 ayat (1) ke -1 dan 56 (1) ke-2 KUHP sebagai dakwaan subsider terhadap terdakwa John Kei dkk.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.