Anak cabuli ibu kandung, Indonesia darurat kejahatan seks

MERDEKA.COM. Pencabulan ayah kandung terhadap anak kandungnya marak terjadi belakangan ini. Lebih gila, anak kandung tega mencabuli ibunya sendiri. TIY (19) mencabuli ibunya sendiri dan empat saudara tirinya. Termasuk adiknya yang berjenis kelamin laki-laki. remaja bejat ini mengaku kecanduan pornografi.

"Kejahatan seksual memang sudah pada tingkat darurat," ujar anggota Komisi III DPR Eva Kusuma Sundari kepada merdeka.com, Selasa (5/3).

Eva menilai kenakalan ini merupakan kegagalan pendidikan dan pembinaan lingkungan. Termasuk di dalamnya kesalahan keluarga, masyarakat sekitar, sistem pendidikan formal dan non formal, termasuk sistem hukum dan praktiknya. Semua pihak harus proaktif menerapkan zero tolerance pada pornografi.

"Pelajaran agama harus menyentuh moralitas sosial, orang tua diajari komunikasi efektif, penjualan pornografi harus diberangus tuntas. Tanpa pembenahan lingkungan akan terus muncul korban dan pelaku kejahatan seksual anak-anak," kata Eva.

Aksi bejat pemuda TIY dilakukan di rumahnya di kawasan Gedong Tengen, Kota Yogyakarta. TIY bahkan mengiming-imingi ibunya uang Rp 5.000 kalau dilayani. Saat orangtuanya tidak ada, TIY juga mencabuli adik-adiknya.

"Korban sudah berapa kali melakukan tindakan tak senonoh kepada ibunya, T yang berusia 40 tahun. Modusnya, di sela-sela menonton acara televisi korban dipaksa melakukan hubungan tapi selalu menolak. TIY bahkan mengaku pernah memberi uang Rp 5 ribu kepada ibunya agar mau diajak bersetubuh," jelasnya.

Baca juga:
Pemuda yang cabuli ibu kandung, juga perkosa adik laki-laki
Kebanyakan nonton film porno, Pemuda Yogya cabuli ibu kandung
5 Kasus guru bejat yang tega cabuli siswinya

Topik Pilihan:
Demonstran Cantik | Jokowi Ahok | Anas Urbaningrum | Amerika Serikat | Soeharto

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.