Anak Dewan di Bekasi Tersangka Cabul, Jubir: Jangan Bawa-bawa Gerindra

·Bacaan 1 menit

VIVA – Juru Bicara Partai Gerindra, Habiburokhman, meminta agar kasus anak anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bekasi berinisial AT (21) yang diduga melakukan aksi cabul dengan memperkosa seorang anak baru gede atau ABG berusia 15 tahun, tidak dikaitkan dengan Partai Gerindra. Sebab, pelaku dinilai sudah dewasa dan bertanggung jawab atas dirinya sendiri.

Sehingga dengan begitu, setiap tingkah laku dari yang bersangkutan, tidak tepat dikaitkan dengan orang tuanya, ataupun partai tempat orang tuanya bernaung. Menurut Habiburokhman silakan saja pelaku ditangkap oleh aparat kepolisian, jika memang melawan berikan tindakan tegas.

"Itu saya bilang jangan dikait-kaitkan. enggak ada kaitannya. Orang itu sudah gede sudah umur 21 tahun sudah menikah, gak ada kaitan sama bapaknya. Enggak ada kaitan dengan DPRD, enggak ada kaitan dengan partainya. pokoknya tembak saja kakinya," kata Habiburokhman, Kamis 20 Mei 2021

Menurut Habiburokhman, apa yang tindakan yang dilakukan oleh pelaku merupakan perbuatan yang sangat tidak bermoral. Polisi diharapkan memberikan tidak segan untuk memproses dan menegakkan hukum kepada pelaku.

"Kita menginginkan polisi tegas, kejar itu orang. tangkap kalau dia melawan tembak kakinya. masa si polisi enggak bisa tembak kakinya dua-duanya. kok susah amat satu orang ini. nah kemudian adili kalau terbukti hukuman terberat," ujarnya

Pria yang juga merupakan Anggota Komisi III DPR ini mengatakan, bahwa perempuan dan anak sangat dilindungi di Indonesia. Oleh karena itu apabila melakukan pemerkosaan apalagi kepada anak yang masih di bawah umur, hukumannya akan sangat berat.

Sebelumnya, seorang anak berumur 15 tahun diduga menjadi korban pelecehan seksual pria berinisial AT (21). Pria tersebut disebut merupakan anak anggota DPRD Kota Bekasi berinisial IHT. Kini pihak kepolisian sudah menetapkan sebagai tersangka.

Tersangka AT dilaporkan oleh orang tua korban ke Polres Bekasi Kota. Laporan dengan nomor STPL/971/K/IV/2021/SPKT/Restro Bks Kota.