Anak Diduga Gagal Ginjal Akut di Sulsel Bertambah Jadi 11 Orang, 7 Meninggal

Merdeka.com - Merdeka.com - Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan (Sulsel) mencatat jumlah anak diduga mengalami gagal ginjal akut bertambah tiga. Dua di antaranya meninggal dunia.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Sulsel Ardadi membenarkan saat ini jumlah anak diduga mengalami gagal ginjal bertambah tiga lagi menjadi 11 orang.

"Iya. Sebelum Agustus ada 6 kasus dan Oktober 5 kasus," ujarnya, Kamis (27/10).

Ardadi memaparkan dari tiga anak diduga mengidap gagal ginjal akut, dua meninggal dunia. Ia mengungkapkan tiga anak tersebut berasal dari Makassar, Maros, dan Luwu Timur.

"Dua orang yang meninggal ini berasal dari Makassar dan Maros. Satu masih dirawat berasal dari Luwu Timur," bebernya.

Usia 8-12 Tahun

Sebelumnya diberitakan, Kepala Dinkes Sulsel Rosmini Pandin mengatakan pihaknya telah mengonfirmasi data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait enam anak mengalami gagal ginjal akut dan satu meninggal. Berdasarkan pendataan ulang ternyata ada delapan anak yang mengalami gagal ginjal akut dan lima di antaranya meninggal dunia.

"Kemarin siang, telah dilakukan evaluasi data yang diinput, ada enam kasus sebelum Agustus dan dua pada Oktober. Dari delapan kasus tersebut, status saat ini dua sembuh kemudian yang masih dirawat satu, dan meninggal lima," ungkapnya kepada wartawan di Kantor Gubernur Sulsel, Senin (24/10).

Rosmini mengungkapkan usia anak yang sakit gagal ginjal akut yakni 8 bulan hingga 12 tahun. Dua anak yang sakit gagal ginjal akut pada Oktober 2022 berasal dari Kabupaten Luwu Timur dan Kota Parepare.

"Satu orang sedang dirawat di Rumah Sakit Hikmah Parepare," kata dia.

Rosmini menyampaikan kepada masyarakat , khususnya rumah sakit, untuk memperhatikan urine anaknya. Ia menyebutkan secara normal manusia akan buang air kecil 3-8 kali dalam sehari.

"Kalau anak demam diharapkan melihat urinenya apakah jumlah berkurang 3-8 kali buang air kecil satu hari atau kalau pakai pampers di lihat dan diganti 3 jam," kata dia.

Rosmini menambahkan saat ini Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Wahidin Sudirohusodo Makassar menjadi rujukan jika ada anak yang sakit gagal ginjal akut. Rumah sakit ini mempunyai dokter spesialis ginjal. [yan]