Anak Harus Tetap Dibiasakan Menulis dengan Tangan meski Belajar Daring

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Pembelajaran jarak jauh (PJJ) telah diterapkan sejak Maret 2020 sebagai dampak dari penutupan sekolah akibat pandemi. Meski aktivitas belajar mengajar lebih banyak dilakukan secara daring, tetap penting untuk membiasakan anak agar menulis dengan tangan.

Kegiatan belajar jarak jauh yang berkepanjangan bisa berdampak pada munculnya masalah kesehatan mental anak dalam belajar. Ini berpotensi mengurangi perkembangan kemampuan anak untuk berpikir kreatif.

Menurut psikolog Marcelina Melisa, dalam siaran pers yang diterima Health Liputan6.com, penting bagi anak untuk tidak terbuai dengan kemudahan digital yang ditawarkan.

Sehingga, penting untuk tetap membudidayakan aktivitas menulis di buku tulis yang bermanfaat untuk tumbuh kembang kompetensi anak.

"Menulis merupakan salah satu medium yang sangat efektif untuk membantu mengekspresikan pelajaran yang telah dipaparkan, melatih kreativitas anak, meningkatkan kemampuan motorik halus, dan tentunya mempermudah tuntutan sekolah selama PJJ untuk lebih memahami pelajaran dengan baik," kata Marcelina dikutip Selasa (27/10/2020).

Mencegah Tekanan Saat PJJ

ilustrasi menulis/Photo by The Journal Garden | Vera Bitterer on Unsplash
ilustrasi menulis/Photo by The Journal Garden | Vera Bitterer on Unsplash

Marcelina mengatakan, banyak indra yang diaktifkan ketika seseorang menekan pensil atau pulpen di atas kertas, melihat huruf yang ditulis, serta mendengar suara yang dibuat saat menulis dengan tangan.

Ia mengatakan bahwa pengalaman tersebut menciptakan kontak antara berbagai bagian otak dan membukanya untuk belajar, sehingga dapat mengingat dengan lebih baik.

Maka dari itu, dibutuhkan peran orangtua dalam mengembangkan niat menulis anak selama di rumah. Penting juga membuat anak agar merasa tidak tertekan dengan pelajaran yang diberikan.

Marcelina mengatakan, untuk mencegah dan mengatasi tekanan yang muncul saat PJJ, yang bisa dilakukan pertama kali adalah mengajak anak beristirahat sejenak dari layar digital.

Ini membantu mereka menenangkan pikiran karena penggunaan layar secara berlebihan tidak bagi fisik, mental, atau emosional.

Aktivitas Menulis Tak Tergantikan

Ilustrasi menulis dengan tangan. (dok. Foto Álvaro Serrano/Unsplash)
Ilustrasi menulis dengan tangan. (dok. Foto Álvaro Serrano/Unsplash)

Keadaan fisik yang baik dapat membantu melancarkan peredaran darah, menjaga suasana hati anak agar tetap nyaman selama proses belajar, dan membantu meningkatkan fokus. Selain itu, perhatikan juga pola tidur anak.

Kedua, sediakan peralatan tulis anak untuk kegiatan belajar mereka. Menurut Marcelina, tulisan tangan adalah elemen ekspresi diri yang meluncurkan proses kreatif.

Lalu yang ketiga, ekspresikan pikiran dan perasaan mereka melalui tulisan sehingga mengarah pada upaya menjaga kesehatan yang positif.

Marcelina menambahkan, pembelajaran digital tidak dapat sepenuhnya menggantikan aktivitas menulis, menggambar, dan guratan hasil tangan lainnya.

"Selain keterampilan motorik, tulisan tangan mengaktifkan atensi dan memori. Ketika menulis per huruf dan memperkirakan jarak ke ujung baris pada buku tulis, konsentrasi kita meningkat secara signifikan," ujarnya.

"Pada saat yang sama, pemikiran spasial diaktifkan karena memikirkan gerakan kita beberapa langkah ke depan sehingga anak yang menulis tangan mempunyai pemahaman yang lebih mendalam."

Infografis Plus Minus Belajar dari Rumah Secara Online

Infografis Plus Minus Belajar dari Rumah Secara Online. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis Plus Minus Belajar dari Rumah Secara Online. (Liputan6.com/Trieyasni)

Saksikan Juga Video Menarik Berikut Ini