Anak Kampung Boyolali Bingung Bisa Jadi Jenderal Nomor 1 TNI

Radhitya Andriansyah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Tak salah jika banyak orang menganggap bahwa sosok Jenderal TNI (Purn.) Mulyono sangat rendah hati. Meskipun berpangkat jenderal bintang empat, namun mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) ini senantiasa dekat dengan para prajurit bawahan dan tentunya dengan rakyat.

Menurut data yang dikutip VIVA Militer dari situs resmi Akademi Militer (Akmil), pria kelahiran Boyolali 12 Januari 1961 itu adalah jebolan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) 1983.

Melewati masa pengabdian selama 36 tahun, Mulyono pernah menduduki sederet posisi strategis di TNI Angkatan Darat. Beberapa jabatan penting yang pernah dipegang oleh Mulyono adalah Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) Jaya/Jayakarta, Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), hingga Kasad.

Ternyata, Mulyono sama sekali tidak pernah menyangka bahwa ia mampu mencapai pangkat tertinggi TNI dan menjadi orang nomor satu di TNI Angkatan Darat.

Mulyono merasa ia adalah orang biasa saja. Sebagai prajurit TNI, Mulyono juga merasa bahwa ia juga bukanlah anggota dari pasukan elite di TNI Angkatan Darat. Mulyono memang pernah berdinas di satuan tempur seperti Batalyon Infanteri (Yonif) 712/Wiratama (sekarang Yonif 712/Sintuwu Maroso) dan Yonif 143/Tri Wira Eka Jaya (TWEJ).

Namun demikian, kedua batalyon infanteri tempat Mulyono mengabdi tidak memiliki kualifikasi pasukan elite TNI Angkatan Darat semisal Raider atau Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Yonif 714 merpakan pasukan organik Korem 132/Tadulao, di bawah kendali Kodam XIII/Merdeka. Sementara itu, Yonif 143/TWEJ juga berada di bawah kendali Korem 043/Garuda Hitam, Kodam II/Sriwijaya.

"Kebanggan lain yang secara pribadi, terkait dengan latar belakang saya. Saya kan termasuk keluarga tidak mampu, saya orang kampung, pendidikan saya juga enggak top-top amat gitu. Riwayat penugasan saya juga tidak, bukan satuan-satuan elite juga, itu juga," ujar Mulyono.

Dengan rekam jejak itu lah, Mulyono sempat tak percaya bahwa ia bisa mencapai pangkat Jenderal TNI. Terlebih itu, Mulyono juga berhasil menduduki posisi tertinggi juga di TNI Angkatan Darat. Akan tetapi, hal ini lah yang justru disikapi Mulyono dengan rasa syukur hingga berakhir bangga.

"Tapi kenapa saya bisa menjadi kepala staf dan punya pangkat Jenderal. Nah itu juga membuat saya bangga," kata rekan satu angkatan mantan Wakil Kasad, Letjen TNI (Purn.) Muhammad Munir ini.