Anak Lulus Taruna Akmil dan Diwisuda, Ini Pesan Kasad Dudung

Merdeka.com - Merdeka.com - Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal Dudung Abdurachman tidak dapat menyembunyikan kebanggaannya ketika sang putra, Muhammad Akbar Abdurachman berhasil lulus sebagai prajurit taruna akademi TNI tahun 2022.

Momen itu terlihat dalam upacara wisuda 1.028 Prajurit Bhayangkara Taruna (Prabhatar) akademi TNI dan Kepolisian di lapangan Sapta Marga Akademi Militer (Akmil) Magelang. Dan diunggah dalam akun Instagram milik Dudung.

"Rasa haru, bahagia dan bangga terlihat dari para orang tua yang turut hadir pada acara tersebut usai acara wisuda. Termasuk saya bersama istri saat menemui anak kami tercinta, Prajurit Taruna Muhammad Akbar Abdurachman," kata Dudung. Dikutip dari akun Istagramnya, Rabu (2/11).

Menurutnya, pendidikan dasar integrasi TNI-Polri ini memiliki tujuan untuk menyamakan materi dasar keprajuritan bagi para taruna. Selain itu, pendidikan integrasi juga bertujuan untuk memupuk rasa kebersamaan dan soliditas sehingga para taruan seluruh matra dapat saling mengenal dan menumbuhkan jiwa korsa yang kuat.

"Semoga hal ini dapat menjadikan para taruna memiliki kinerja yang baik ketika nantinya lulus dan menjalani penugasan pada masing-masing kesatuan, aamiin," ujarnya.

Terpisah, Wakil Ketua Majelis Pemuda Indonesia (MPI) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Dian Assafri menilai Muhammad Akbar lulus Akmil dengan prestasi luar biasa tanpa intervensi, dan karena sudah memenuhi syarat dan usahanya sendiri.

"Itu sudah clear ya dengan diterimanya anak (Muhammad Akbar) dan saat ini sudah Lulus pendidikan dasar dengan sangat baik," ujar Dian kepada wartawan, Selasa (1/11).

Dian berharap tidak ada lagi pihak-pihak yang kembali menarasikan negatif kepada anak Jenderal Dudung. "Jadi pihak-pihak yang yang mencoba mengail di air keruh harus disetop. Saya pikir hubungan Panglima TNI dan Pak Dudung baik-baik saja, tidak ada masalah. Kalau ada kesalahan tata kelola manajemen organisasi TNI, mungkin belum sinkron, tapi insya Allah hubungan antara Panglima dan Pak Dudung baik," katanya.

Dian yang juga Sekretaris Jenderal Gerakan Mahasiswa (Gema) Kosgoro ini menambahkan, jangan ada polemik soal lulusnya anak Jenderal Dudung sebagai Akmil.

"Dia kan sudah melalui tahapan verifikasi dan akhirnya dinyatakan lulus, saya rasa tidak perlu lagi dibikin narasi. Polemik ini harus dihentikan. Proses seleksi di TNI insya Allah sampai sejauh ini saya menilai profesional. Kalau ada kekeliruan ditindak lanjuti dan akhirnya clear, bisa dibuktikan bahwa tingginya (anak Kasad Dudung) tidak seperti yang dinarasikan," tambahnya.

Dian berharap tim seleksi atau rekruitmen calon Akmil menjaga integritas, profesional, akuntabel dan transparan. Sebab hal itu sangat penting untuk menjaga citra TNI.

"Dan paling penting menyamaratakan, tidak pandang bulu dia anak siapa, dia latar belakang mana, kaya dan miskin. Yang jelas profesionalitas, transparansi dan aturan main harus dikedepankan," pungkasnya. [cob]