Anak Menelan Koin hingga Alami Perdarahan, Kini Tak Perlu Operasi

Tasya Paramitha, Sumiyati
·Bacaan 2 menit

VIVA – Seiring berkembangnya dunia kedokteran, mendiagnosis suatu penyakit tak melulu harus melalui metode pembedahan. Dengan teknik endoscopy atau endoskopi, kondisi medis tertentu bisa diatasi dengan cepat dan akurat.

Lalu, apa itu endoskopi?

Endoskopi merupakan suatu alat yang digunakan untuk memeriksa organ dalam tubuh (khususnya saluran cerna) secara visual melalui layar monitor, sehingga dapat dilihat dengan jelas setiap kelainan organ yang diperiksa.

Spesialis anak, Dr. dr. Ariani Dwi Widodo, Sp.A(K), mengatakan, dengan endoskopi, dokter bisa mendapatkan informasi lebih banyak dan akurat dibanding dari hasil yang diperoleh dengan menggunakan cara tidak langsung, seperti X-ray maupun scanning.

"Alat endoskopi berbentuk seperti selang, ujungnya ada kameranya. Fungsinya untuk membantu mendiagnosis hal-hal yang sebelumnya tidak kita ketahui," ujarnya saat press conference peluncuran Bunda Endoscopy Center dari RSIA Bunda, Menteng, Jakarta, baru-baru ini.

Dokter Ariani menjelaskan, beberapa masalah yang bisa didiagnosis dengan endoskopi antara lain, sakit perut yang bermasalah, diare yang tidak jelas dan perdarahan di saluran cerna yang tidak diketahui sebabnya.

"Biasanya zaman dulu harus dioperasi. Tapi dengan endoskopi, kita bisa melakukan upaya untuk membantu anak itu tanpa tindakan operasi," lanjut dia.

Selain beberapa kondisi di atas, Ariani menambahkan beberapa masalah kesehatan lain yang bisa diatasi dengan endoskopi. Termasuk jika anak menelan koin hingga menderita GERD.

"Misalnya ada gangguan menelan, refluks atau GERD, muntah berulang diobati tidak bisa, rewel terus-menerus, berat badan turun, gagal tumbuh, anemia tanpa sebab yang jelas, dan anak yang tidak sengaja meminum porstex atau zat-zat yang korosif," kata dia.

"Anak yang menelan koin, kunci, jarum, baterai, itu bisa kita ambil asal timing-nya tepat. Kemudian ada penyempitan juga bisa kita lebarkan. Ada perdarahan bisa kita hentikan hanya dengan tindakan endoskopi," sambung dia.

Menurut pengalaman Ariani, anak-anak yang menelan koin biasanya sering dialami oleh batita. Lalu, bagaimana prosedur tindakannya?

"Ini kita ambil menggunakan basket kemudian ditarik keluar. Dengan begitu, tidak perlu dilakukan tindakan operasi. Kadang-kadang beberapa benda bisa lanjut ke bawah, jadi dibiarkan ditelan. Tapi kalau benda tajam atau baterai sebaiknya kita ambil segera, supaya tidak merusak saluran cerna," tuturnya.

Polip atau daging tumbuh, menurut Ariani, juga bisa diatasi dengan melakukan prosedur endoskopi. Yaitu dengan metode pengangkatan.

"Dan ada beberapa prosedur lain. Misalnya anak-anak yang sangat bermasalah dengan makan, kemudian kita pasang selang untuk makan dari perut. Beberapa anak terpaksa harus dilakukan itu, terutama yang ada kelainan atau masalah yang besar dengan menelan atau tidak bisa menelan," pungkasnya.

Bisa dilakukan sejak anak baru lahir, Ariani mengatakan, prosedur endoskopi cenderung aman untuk dilakukan. Baik untuk anak sekali pun.

"Aman bagi anak dan sudah direkomendasikan oleh American Society of Gastrointestinal Endoscopy (ASGE)," imbuh dr. Ariani Dwi Widodo.