Anak Pembunuh Ibu di Priok Diketahui Menganggur

TEMPO.CO , Jakarta:Erik Karsoho, 27 tahun, pria yang membunuh ibunya sendiri, Linda Warauw (56), dengan pisau ternyata seorang pengangguran. Ia dianggap ibunya tak cakap bekerja. "Tersangka dianggap ibunya tak waras. Oleh karena itu, ia tak diperbolehkan bekerja. Ia sendiri tidak lulus pendidikan menengahnya, hanya sampai SMP," kata Kepala Kepolisian Sektor Tanjung Priok, Jakarta Utara, Komisaris Yono Suharto, Sabtu, 13 April 2013

Yono melanjutkan, kegiatan tersangka kebanyakan di rumah saja. Hal itu, kata Yono, kontras dengan saudaranya yang bisa mengenyam pendidikan lengkap, bahkan hingga ke luar negeri. Di luar kegiatan di rumah, kata Yono, Erik hanya menjalani pemeriksaan kejiwaan. Adapun hal itu sudah dilakukan Erik atas desakan ibunya sejak empat tahun terakhir.

"Itupun beberapa minggu terakhir, ia sudah menolak diperiksa karena merasa tak sakit," Yono memegaskan. Pengacara tersangka Hendrayanto berkata kegiatan Erik hanya di rumah saja yaitu makan, dan tidur.

Erik diyakini membunuh ibunya karena emosional. Ia selama sepuluh tahun terakhir dianggap sakit jiwa oleh ibunya sehingga kerap dibawa ke psikiater setiap dua pekan sekali dan minum obat penenang setiap hari.

Erik membunuh ibunya kemarin pagi, pukul 06.00, di kediamannya Jalan Agung Perkasa 10, Blok J 7/14, Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Saat itu menjelang makan pagi dan Erik membunuh ibunya dengan pisau potong daging.

ISTMAN MP

Topik terhangat:

Sprindik KPK | Partai Demokrat | Serangan Penjara Sleman | Harta Djoko Susilo |Nasib Anas

Berita lainnya:

Kisah 'Memalukan' Persibo Bojonegoro di Hong Kong 

Video 'Damai' di Bea Cukai Bali Muncul di YouTube 

Cucu Soeharto Segera Diadili

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.