Anak pengusaha di Purwokerto diduga perkosa anak SMP

MERDEKA.COM,

Nasib nahas dialami oleh J (15). Siswi SMP di Purwokerto, Jawa Tengah itu dijual kepada lelaki hidung belang.

Cerita pemerkosaan ini disampaikan oleh kuasa hukum J, Sangap Sidauruk. Awalnya, pada 6 Oktober 2012 sekitar pukul 17.00 WIB, J bermain ke rumah teman sekolahnya berinisial N. Di rumah N kemudian datang temannya yaitu K.

Tak lama kemudian, N pamit pergi ke J. "Alasannya, N mau ke rumah pacarnya dulu," kata Sangap Sidauruk kepada merdeka.com, Kamis (24/1).

Sangap menduga, ini sudah skenario penjualan. Kemudian J diajak K pergi jalan-jalan dan berhenti di depan minimarket. "K mengajak J ke sebuah kafe di hotel di Purwokerto. J menolak dan minta pulang tapi K tetap mengajak masuk dengan alasan sebentar mau ambil kartu," ujar Sangap.

Sesampainya di kafe, J diminta duduk langsung ditawari minuman. Awalnya J menolak minum, karena dipaksa minum oleh K dengan disundut rokok, J akhirnya bersedia meminumnya.

"Setelah meminum minuman tersebut J pusing dan merasa ada orang yang mengajak pindah tempat duduk ke meja yang banyak orangnya yang juga sedang minum-minum. J disuruh minum-minum lagi oleh orang-orang tersebut sampai tidak sadar diri," cerita Sangap.

Setelah tak sadarkan diri, J kemudian dipapah masuk mobil. J baru sadar saat sudah di dalam kamar hotel. "Di dalam kamar hotel dan ada laki-laki yang sedang menciuminya. Belakangan diketahui lelaki yang memperkosa berinisial E, anak seorang pengusaha di Purwokerto," jelasnya.

Setelah sadar keesokan harinya, J mengaku badannya lemas. Dengan setengah tenaga, J kemudian keluar dari kamar hotel dan melarikan diri. Tapi nahas, pelarian J diketahui oleh K.

"Lalu lari ke jalanan, akan tetapi di suatu perempatan jalan K dan temannya berhasil mengejar J, lalu K menyuruh J memakai jaket dan helm lalu mengajak naik motor untuk pulang, ternyata bertemu 1 mobil lainnya dan K mengajak J naik mobil Kijang," katanya.

Bukannya diantar pulang, malah di dalam mobil diperkosa kembali oleh dua orang berinisial D dan W. "Saya menduga ini perdagangan manusia, D sepakat membayar K sebesar Rp 800 ribu," ujarnya.

Atas kejadian ini, J mencari anaknya sejak malam. Dia kemudian mencari anaknya itu ke rumah N. Awalnya N tidak mengaku jika J berada di rumahnya.

"Tapi ibunya tidak percaya dan masuk ke kamar. Ternyata menemukan anaknya sedang tidur di sana dan dalam keadaan lemas. Kemudian diajak pulang langsung menceritakan kejadian itu semuanya," jelas Sangap.

Kasus ini langsung dilaporkan ke Polres Banyumas. Sayangnya, kasus ini berjalan lambat. "Ada penyidik yang mengingnkan kasus ini damai. Tapi dari pihak keluarga tidak mau, karena ini kasus pemerkosaan. Pelaku juga sudah mengakui dan meminta maaf. Tapi kami terus meminta agar polisi cepat menyelesaikan kasus ini," tegasnya.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.