Anak Perlu Dapatkan Pengalaman Naik Kendaraan Umum

·Bacaan 2 menit
Angkutan umum menunggu penumpang di Terminal Kampung Melayu, Jakarta, Sabtu (26/9/2020). Dinas Perhubungan DKI Jakarta mencatat penurunan jumlah penumpang harian angkutan umum perkotaan hingga 22,83 persen selama 12 hari terakhir penerapan PSBB Jakarta. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Liputan6.com, Jakarta Kendaraan umum atau transportasi publik merupakan angkutan yang paling sering digunakan banyak masyarakat Indonesia tanpa terkecuali. Mau ke kantor, ke sekolah, ke pasar, ke bandara, semua orang nyaris mengandalkan kendaraan umum.

Tapi di masa pandemi seperti sekarang ini, seberapa sering anak-anak naik kendaraan umum? Sudahkah si kecil punya pengalaman naik kendaraan umum?

Jika belum, ada baiknya kita sebagai orangtua memberitahu tentang angkutan publik ini. Mulai dari jenis angkutannya hingga beragam permasalahan yang harus dihadapi ketika naik kendaraan umum.

Untungnya, sekarang kita dapat memberi pemahaman tentang hal tersebut lewat video dari Kemendikbud Belajar Dari Rumah di Episode 8 untuk kelas IV. Di episode ini, anak-anak akan diberitahu tentang plus minus-nya lho!

Di episode ini, Kak Kafi dan Angel akan menjelaskan nih kelebihan dan kekurangan naik kendaraan umum. Menurut Angel, salah satu keuntungan naik kendaraan umum adalah mengurangi kemacetan.

Tapi ternyata Angel juga merasakan ketidaknyamanan naik kendaraan umum lho. Menurutnya naik kendaraan umum lebih lama karena angkutan yang cenderung ngetem atau setop di sebuah tempat untuk menunggu penumpang lain naik dan angkutannya penuh.

Selain itu, Belajar Dari Rumah di Episode 8 untuk kelas V juga membahas tentang masalah angkutan umum lho. Selain yang diungkapkan Angel, angkutan umum juga punya kendala lain, yaitu jadwal keberangkatan yang nggak tepat waktu.

Alhasil, ketika naik kendaraan umum, kita tidak bisa memprediksi kapan waktu tiba atau sampainya kita di lokasi tujuan.

Nah untuk lebih memahami lebih lanjut mengenai materi di atas, Kemendikbud mendukung PJJ di masa pandemi, dengan menyiapkan program Belajar Dari Rumah (BDR) yang ditayangkan di TVRI, untuk jenjang pendidikan PAUD dan SD.

Oh ya, program ini dimulai pada Januari-Maret 2021 di Senin-Jumat, pukul 08.00 sampai 11.30 WIB.

Pada jenjang PAUD tayangan pembelajaran dimulai pukul 08.00-08.30 WIB, dan jenjang SD Kelas 1 pukul 08.30-09.00 WIB, SD kelas 2 pukul 09.00 s.d. 09.30 WIB, SD Kelas 3 pukul 09.30-10.00 WIB, SD Kelas 4 pukul 10.00-10.30 WIB, SD Kelas 5 pukul 10.30-11.00 WIB, dan SD kelas 6 pukul 11.00-11.30 WIB. Selamat belajar ya!

(*)