Anak Ridwan Kamil Sempat Teriak 'Help' Sebelum Hilang Terseret Sungai Aare

Merdeka.com - Merdeka.com - Sebelum terbawa arus sungai Aare di Swiss, Emmeril Kahn Mumtaz memastikan adik dan temannya bisa naik ke permukaan dengan selamat. Putra pertama Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil itu juga melarang ibunya, Ataliya untuk ikut berenang.

Dia juga telah memilih titik paling aman untuk berenang. Berdasarkan analisa dan himpunan informasi yang tersedia mengenai tempat wisata itu.

Hal itu disampaikan oleh adik Ridwan Kamil, Elpi Nazmuzaman, yang berperan sebagai perwakilan keluarga sekaligus juru bicara. Menurut dia, Emmeril memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi.

Sebelum memutuskan untuk berenang, ia sudah mengumpulkan informasi mengenai sungai tersebut, termasuk memilih siapa saja yang boleh berenang dengan pertimbangan kemampuan dan fisik yang siap.

"Dari keterangan keluarga, sebelum melakukan berenang, Eril (sapaan Emmeril) memastikan titik mana yang aman. Beberapa titik diperhatikan, titik jembatan (untuk meloncat ke sungai) langsung dicoret. Dianggap tidak aman," kata dia.

"Ia memilih yang paling aman, titik turunnya yang ada tangga dan memastikan tidak ada yang loncat," ia melanjutkan.

Rasa Tanggung Jawab Tinggi

Emmeril saat itu berenang bersama adik perempuan dan satu temannya yang sudah lama tinggal di Swiss. Saat berenang, ia mengambil posisi di belakang, memastikan adik dan temannya terlihat.

Bukan tanpa alasan ia mengambil posisi tersebut. Selain bisa memastikan adik dan temannya selamat, Emmeril paling memiliki keahlian berenang. Termasuk menyelam dan bisa mengukur arus air.

Namun, meski semua risiko sudah diantisipasi, saat itu ada arus deras. Adik dan temannya dipastikan untuk naik ke daratan terlebih dahulu.

"Rasa tanggung jawab yang tinggi ini, ia mengambil posisi belakang, memastikan semua aman. Secara mental fisik siap, tapi ada hal yang tida bisa diatur. Debit air lebih tinggi dari pada hari biasa," kata Elpi.

Teriak Minta Tolong

Dia menegaskan, keluarga Ridwan Kamil di Swiss tak dikawal protokoler Pemprov Jabar. Unutk protokoler justru ikut dinas bersama Ridwan Kamil ke Inggris.

"Keponakan kami ini insting alamiahnya menjaga kelompok, memastikan ibunya tidak ikut turun. Hanya yang punya skill yang cukup. Begitu situasinya," jelas dia.

"(Saat terbawa arus sungai) Eril berteriak help. Teriakan ini terdengar oleh warga yang menghubungi polisi. Itu yang mungkin bisa kami sampaikan," pungkasnya. [rnd]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel