Anak Sastrawan Sutan Takdir Alisjahbana Disidang

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sidang perdana kasus dugaan penipuan dan penggelapan hutang senilai Rp 25 miliar dengan terdakwa Mario Alisjahbana dan Sri Artaria Alisjahbana digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (7/5/2012).

Putra-putri penulis roman Sutan Takdir Alisjahbana ini dituding melakukan serangkaian penipuan dan memalsukan surat dalam silang sengketa perusahaan percetakan nasional PT Dian Rakyat dan PT Pustaka Widya Utama.

"Kedua terdakwa dikenakan pasal 372 KUHP tentang penggelapan karena mereka mengalihkan aset PT Dian Rakyat ke PT Pustaka Widya Utama, dan pasal 378 KUHP tentang penipuan karena tidak membayar utang sesuai yang diperjanjikan," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU), Koswara, di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (7/5/2012).

Kasus ini bermula dari proses penjualan PT. Pustakawidya Utama kepada Mario Alisjahbana yang merupakan Presiden Direktur PT. Dian Rakyat. Kedua perusahaan tersebut merupakan perusahaan percetakan yang bekerja sama sebagai mitra.

"Dakwaan itu tidak benar, lihat saja nanti dari fakta peradilan. Kami sangat yakin di ujung persidangan akan terbukti kebenaran," ujar Mario kepada wartawan.

PT Pustakawidya Utama tersebut sebelumnya telah memiliki hutang berupa pinjaman modal sebesar Rp 25 miliar dari Warga Negara Australia Jesudass Sebastian. Dalam akte jual beli saham, kedua terdakwa menyetujui untuk membeli keseluruhan saham perusahaan tersebut seharga Rp 250 juta, nama baik perusahaan senilai Rp 10 miliar dan juga melunasi hutang pinjaman modal senilai AU$ 2.850.000 dalam waktu 10 tahun dengan bunga 12 persen pertahun semenjak 2006 .

Sidang yang dihadiri puluhan mantan karyawan PT. Pustakawidya Utama itu sedianya dimulai pada pukul 10.00, namun baru dimulai pada pukul 14.00. Agenda sidang akan dilanjutkan pada Senin, 14 Mei 2012 dengan agenda mendengarkan eksepsi para terdakwa.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.