Anak SD Dicabuli Gara-gara Pisah Ranjang dengan Istri

TRIBUNNEWS.COM,SITUBONDO - Pisah ranjang dengan istrinya lima bulan, petani bernama Yud (19), warga Desa Sopet, Kecamatan Jangkar, Situbondo, Jawa Timur, nekat menggauli gadis lulusan SD.

Anak SD yang masih berusia 15 tahun, sebut saja IL, warga Desa Gadingan, Kecamatan Jangkar. Yud menggauli IL di rumah pelaku saat rumahnya sepi. Akibat perbuatannya, tersangka meringkuk di sel tahanan Mapolres Situbondo.

Tersangka ditangkap setelah ayah korban, Nip (35), melaporkan kasus yang menimpanya putri pertamanya itu ke polisi.

"Berdasarkan laporan orangtuanya, sebelum menggauli korban sebanyak tiga kali, terlapor mengaku masih bujangan, sehingga dengan bujuk rayuannya korban mau untuk digauli," terang Kasubag Humas Polres AKP Wahyudi, Rabu (14/11/2012).

Dikabarkan, keduanya bertemu di sebuah tempat hiburan malam, dan bertukar nomor ponsel. Sekitar tiga hari lalu, keduanya janjian bertemu di pertigaan Jalan Raya Desa/Kecamatan Jangkar. Yud langsung mengajak IL ke rumahnya.

Dia mengajak IL melayani nafsu bejatnya. Awalnya korban sempat menolak, namun setelah dirayu dan Yud mengaku bujangan dan siap bertanggung jawab, IL pasrah dan digauli tiga kali.

Terungkapnya kasus itu karena korban pergi dari rumahnya mulai pukul 09.00 WIB tanpa pamit kepada orang tuanya. IL baru pulang ke rumah pada malam hari.

"Singkat kata, IL kemudian menceritakan bahwa dirinya telah digauli oleh terlapor. Saat itu juga, orang tua korban langsung melapor ke Polsek Jangkar," terang AKP Wahyudi.

Wahyudi menyatakan, Yud dapat dijerat pasal 81 ayat 2 sub pasal 82 UU 23/2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun penjara.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.