Anak Soekarno datangi Jokowi

MERDEKA.COM, Ketua Umum Partai Nasional Indonesia Marhaenisme, mendatangi kantor Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Dalam kesempatan itu, wanita yang datang memakai gaun hitam itu mengundang gubernur DKI untuk menghadiri suatu acara di Bali.

"Namanya acaranya Gubernur Harus Peduli yang akan diselenggarakan Desember," kata Sukmawati di Balaikota, Selasa (6/11).

Tidak hanya diundang, pria asal Solo itu akan mendapatkan penghargaan atas kepeduliannya terhadap rakyat kecil dan sikapnya yang menjunjung tinggi demokrasi. Acara yang diadakan oleh The Second World Ecological Safety Assembly (WESA) memberikan Jokowi gelar 'Teladan Demokrasi'.

"Nanti akan diberi penghargaan gelar Teladan Demokrasi," ujar putri bungsu Bung Karno itu.

Selain itu, Sukmawati meminta Jokowi untuk mewujudkan cita-cita ayahnya yaitu presiden pertama RI 'Bung Karno'.

"Monas adalah gagasan bung karno, dulu sebagai penghargaan kepada pahlawan. Kami minta Jokowi wujudkan cita-cita Soekarno bikin banteng ketaton (ngamuk) di empat penjuru Monas," imbuhnya.

Menurut Sukmawati, pada zaman Ali Sadikin wacana pembuatan banteng ketaton ini sudah ada. Namun belum terwujud hingga sekarang. Dia pun meminta Jokowi untuk memindahkan pusat pemerintahan yang membuat Jakarta menjadi sangat padat.

"Jakarta jadi kota terpisah jangan jadi kota pemerintahan, pemerintahan mundur ke Bogor. Jakarta jadi kota bisnis saja, Markas besar TNI udah di Cilangkap. Bogor punya Istana Presiden harusnya jadi pusat pemerintahan, kementerian, dubes dan semua," pungkasnya.

Sumber:
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.