Anak Yatim di Banyuwangi Dianiaya Ayah Tiri, Dipukul Sampai Lebam

Merdeka.com - Merdeka.com - Sungguh malang nasib bocah berinisial R yang masih duduk di bangku Taman Kanak-kanak (TK). Dia mendapat perlakuan kasar dari ayah tirinya.

Bocah R merupakan anak yatim yang ditinggal ayah kandungnya sejak masih balita. Kemudian sang ibu memilih menikah lagi dengan seorang duda yang saat ini menjadi ayah tari dari bocah R.

Bukannya mendapat rasa kasih sayang dari ayah barunya, bocah R justru mendapat perlakuan kasar. Karena sifat keras dan temperamental ayahnya, bocah R sering dipukuli, bahkan disetrum listrik di bagian tubuh.

Bocah R juga tidak boleh pergi bermain bersama teman-temannya. Berangkat sekolah dan pergi mengaji sendirian tanpa didampingi orang tua. Sepulang sekolah dan mengaji juga tidak diberi kesempatan untuk bertemu teman-teman dan harus di rumah.

Puncaknya saat bocah R berdiam sambil sesenggukan kepada salah satu guru ngajinya, Nihayatuz Zainiyah di salah satu TPQ di wilayah Kecamatan Rogojampi.

Sang Guru mencoba bertanya pelan-pelan, yang telah terjadi kepada bocah R sehingga bagian tubuhnya lebam seperti habis dipukul oleh seseorang.

"Kemarin dia tiba-tiba tidak mau pulang setelah ngaji. Biasanya dia langsung pulang. Kemudian saya tanya, kebetulan saya yang tahu, kenapa kok tidak mau pulang? nangis, anaknya nangis terus bilang saya tidak mau pulang," kata guru mengaji, Nihayatuz Zainiyah, Minggu (11/7).

Dipukul Pakai Kayu

Usai ditanya pelan-pelan oleh sang guru, bocah R mulai membuka yang telah terjadi. Dia mengaku telah dipukul menggunakan kayu oleh ayah tirinya.

"Bilangnya abis dipukul pakai kayu, terus abis itu ditepas gitu loh, kakinya juga ada bekas kayak baret gitu kakinya memang," ujar Zainiyah.

Diduga luka lebam tersebut masih baru, dan disinyalir dilakukan sebelum bocah R berangkat mengaji. "Kayaknya masih baru lumayan itu, soalnya kelihatan lukanya masih segar saat itu," ucapnya.

Melihat kondisi murid ngajinya telah dianiaya, Zainiyah tak tinggal diam. Dia mencoba untuk mengunggah keadaan bocah R. Dari sana baru terbongkar, jika ayah tiri R merupakan sosok yang kasar dan tak mau mendengarkan masukan orang lain, sifatnya seperti temperamental.

Ayah Tiri Mengelak

Kesaksian soal kasarnya ayah tiri kepada R juga datang dari warga sekitar. Mereka menyampaikan kepada Zainiyah.

"Sebelumnya tetangganya tidak berani berkomentar banyak soal ini, tapi ketika saya mencoba mengunggah kemudian banyak ternyata yang tau kisahnya," ungkap Zainiyah.

Dari sini kemudian kisah kekerasan terhadap anak ini jadi polemik di tingkat desa, orang tuanya dipanggil untuk mengikuti proses mediasi. Tak langsung memberi jawaban pasti, malah si ayah tiri mengaku jika luka bocah R dari pertengkaran bersama adiknya yang masih balita.

Dalam mediasi tersebut, ayah tiri juga mendapat teguran dari warga dan aparat setempat untuk tidak melakukan hal tersebut kembali.

Usai diketahui akar permasalahan, R tak lantas langsung pulang ke rumah kembali, ada seseorang yang langsung meminta kepada orang tua R untuk diasuh dan siap menjamin kehidupan kedepannya.

Bocah R Akhirnya Diasuh

Orang tersebut tak lain adalah ayahanda Zainiyah, yang juga merupakan salah satu tokoh agama di Bumi Blambangan.

"Setelah itu langsung diminta abah untuk diasuh, dan dijamin kehidupannya," ungkapnya.

Meski kondisi R sudah membaik, namun sejumlah masyarakat masih tidak pasrah begitu saja. Sebab bagaimanapun apa yang telah dilakukan ayah R merupakan kekerasan yang patut dilanjutkan ke proses hukum.

"Soal proses hukum atau laporan ke polisi sebenarnya penting, karena biar jadi pelajaran bagi semua orang tua, masyarakat juga sebenarnya masih belum legowo kalau hanya di mediasi saja," ujarnya. [noe]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel